Jomblo Organik

​Jomblo Organik

(Oleh: KH. M. Dhiyauddin Kushwandhi)

Guru..
Bulan berganti bulan,tahun berganti tahun sampai kini usia saya hampir kepala 4, tapi kenapaTuhan masih membiarkan saya  menjomblo, padahal saya sudah berusaha.Apa ada doa khusus untuk mendapatkan jodoh.

Adikku…
dalam pandangan Tuhan tak ada yg terlambat atau terlalu dini.Pernikahan itu ibarat pagi akan datang tepat pada waktunya.Tentu kalau masih tengah malam kamu tak akan mungkin menjumpai pagi,tapi jika pagi itu telah tiba kamupun takkan bisa mengelak.
Meski demikin kamu boleh terus berusaha untuk menemukannnya dengan mengambil pelajaran atas kegagalan selama ini .

baca selengkapnya..

About these ads
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Shalawat Sultan Mahmud Al-Ghaznawi

SHALAWAT SULTAN MAHMUD AL-GHAZNAWI
(Satu Shalawat Sama Dengan Seratus Ribu Shalawat)
Ada seorang Sulthon (Raja) yang bernama Sulthon Mahmud Al Ghaznawi/Al Ghornawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW.
Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya.
Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya. Namun sang raja yang ditunggu-tunggu­ tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya.
Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.
Di dalam mimpinya, Rasulullah SAW bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar? Sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka.” Raja menjawab, “Saya duduk berlama-lama begitu, tak lain karena saya membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan saya berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawat saya selesai.”
Rasulullah SAW lalu berkata, “Kalau begitu kasihan orang-orang yang punya keperluan dan orang-orang lemah yang memerlukan perhatianmu. Sekarang aku akan ajarkan kepadamu shalawat yang apabila kamu baca sekali saja, maka nilai pahalanya sama dengan bacaan 100.000 kali shalawat. Jadi kalau kamu baca tiga kali, pahalanya sama dengan 300.000 kali shalawat yang kamu baca.” Rasulullah SAW lalu membacakan lafazh shalawat yang kemudian dikenal dengan nama shalawat sulthon.

baca selengkapnya….

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tafsir Surat Alfatihah

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Tafsir Surat Al Fatihah Menurut Syekh Abdul Qodir Al Jailani

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada pembukaan tafsir Surah Al-Fatihah mengungkapkan: “Sungguh sangat jelas bagi siapapun yang telah Allah Ta’ala bangkitkan dari tidur kelalaian dan kantuk kealpaan, bahwa seluruh alam semesta dan isinya tidak lain adalah mazhhar (manifestasi) dari berbagai sifat-sifat Allah yang lahir dari nama-nama Dzat-Nya. Hal itu karena, di setiap martabat dari Martabat-martabat Wujud, Dzat memiliki nama dan sifat khusus yang masing-masing memiliki atsar (impresi) tersendiri. Maka demikianlah semua Martabat Wujud. Meski wujud itu hanya sebutir zarah, sekerjap mata, atau secercah bersitan dalam hati.

Sedangkan, martabah (martabat) yang disebut dengan Ahadiyah yang tidak berbilang atau disebut juga al-‘ama’ adalah martabat yang tidak ada ruang bagi auliya’ dan ulama (untuk menggapainya), melainkan hanya al-hasrah (pilu hati), al-hairah (rasa kacau) al-walah (kebingungan) dan al-haiman (kehausan cinta).

Martabat Ahadiyah merupakan martabat yang menjadi puncak tertinggi pencapaian para nabi dan ujung suluk para wali. Setelah (sampai di martabat) itu, mereka akan “berjalan” di dalamnya dan pasti akan menuju kepada Allah, hingga mereka semua akan mengalami istighrâq (tenggelam secara total mengingat Allah) sampai mengalami al-hairah (kebingungan/keterpanaan spiritual) dan fana’. Tiada Tuhan selain Dia (lâ ilâha illâ huwa). Segalanya musnah kecuali Wajah-Nya (kullu syai` hâlik illâ wajhah).

baca selengkapnya…

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Fenomena Ustadz dan Kyai Instan

Konon, di masa-masa awal Indonesia merdeka, pemuka agama yang disebut “Kiai” di Indonesia tidak lebih dari sepuluh orang. Seiring dengan perkembangan waktu, ternyata di Indonesia semakin banyak orang bergelar “kiai”. Mungkin, adan puluhan ribu tokoh yang saat ini disebut “kiai” dan ratusan ribu yang bergelar “ustadz”. Melonjakkan jumlah kiai atau ustadz memiliki dua kemungkinan. Kemungkinan pertama karena Islam berkembang dengan pesat, sehingga semakin banyak orang yang memiliki kemampuan dan kepribadian sebagai ulama. Kemungkinan kedua karena masyarakat terlalu mudah menyebut figur tertentu dengan gelar kiai atau ustadz.
Jika yang terjadi adalah kemungkinan pertama, maka hal itu merupakan perkembangan yang sangat positif dan menggembirakan. Kalaupun yang terjadi adalah kemungkinan kedua, maka pada dasarnya tidak ada persoalan yang terlalu serius, mengingat bahwa termasuk etika murid atau masyarakat adalah menyebut para guru agama dengan kata “ustadz” atau “kiai”.
Yang menjadi persoalan adalah karena adanya beberapa oknum yang secara sengaja dipublikasikan sebagai ustadz atau pemuka agama, namun perilakunya jauh dari tuntunan agama dan dia tidak memiliki integritas yang layak untuk menjadi pemuka agama. Nah, pada saat masyarakat kita mudah ‘terpesona’ dengan gelar dan penampilan, maka fenomena ini bisa melahirkan dampak negatif yang cukup serius. Misalnya, masyarakat mudah percaya dengan apa yang disampaikan oleh oknum-oknum tersebut atas nama agama, padahal mereka tidak memiliki wawasan keagamaan yang memadai untuk berbicara masalah agama. Begitu pula, ketika mereka melakukan hal-hal yang jauh dari etika agama, maka hal itu sangat berpotensi menjatuhkan citra ‘institusi’ para pemuka agama.

baca selengkapnya..

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Bisikan-Bisikan Jiwa

Jika ada bisikan syetan -la’anatulloh- berkata kepadamu :

” Sungguh, Allah ta’ala tidak butuh kepadamu, tidak butuh amalanmu, keta’atanmu tidak akan bermanfa’at bagi-Nya dan kemaksiatanmu tidak akan membahayakan-Nya. ”
Maka jawablah : ” Engkau benar, akan tetapi aku butuh anugrah Allah ta’ala dan aku butuh beramal sholeh, keta’atan bermanfa’at bagiku sedangkan kemaksiyatan membahayakanku,

itulah yang di khabarkan Rabbku di dalam kitabnya yang agung juga di khabarkan oleh utusan-Nya shollallohu alaihi wasallam .”
Jika syetan berkata :

” Jika kamu ditaqdirkan menjadi orang yang beruntung, maka sudah pasti masuk syurga baik engkau jadi orang yang ta’at ataupun orang yg maksiyat,

dan jika kamu ditaqdirkan menjadi orang yg tidak beruntung, maka sudah pasti masuk neraka meskipun engkau orang yg ta’at. ”
Maka janganlah kau hiraukan ucapan syetan tsb, karena urusan yg akan datang adalah perkara ghaib, tdk ada yang mengetahuinya kecuali Allah dan tidak ada seorangpun dari makhluknya yang mengetahui hal ini sedikitpun.
Keta’atan adalah dalil yang paling menunjukkan atas taqdir keberuntungan, dan tidak ada sesuatu antara orang yg ta’at dan syurga kecuali meninggal dalam keta’atan,

baca selengkapnya…

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Adab ketika Masuk Rumah

​IJAZAH DARI GURU MULIA ALHABIB ‘UMAR BIN HAFIDZ KETIKA MASUK RUMAH

==============================

قراءة سورة الأخلاص ٣ مرات عند دخول المنزل تنفى الفقر عن اهل البيت وعن الجيران
Pembacaan suroh al-ikhlash 3 kali ketika masuk rumah adalah menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangga-tetangga
قراءة اية الكرسى عند دخول المنزل تورث الألفة بين اهل المنزل
Pembacaan ayat kursi ketika masuk rumah adalah menyebabkan keramahan diantara penghuni rumah
فمن اراد أن يكون فى بيته الألفة والرزق فلا يترك اية الكرسى والأخلاص كلما دخل منزله
Barang siapa yg ingin di dalam rumahnya terdapat keramahan dan rizki,maka janganlah ia meninggalkan membaca ayat kursi dan suroh al-ikhlash setiap masuk rumahnya
baca selengkapnya….

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Apa yang Anda Pikirkan?

Apa yg anda pikirkan ?

Apa yg anda pikirkan ? Tanya Facebook kepadaku..
Kujawab aku lagi jenuh melihatmu, maka lama tak kusentuh kamu.

Apa salahku ? Tanya Facebook lagi padaku..
Kujawab aku lihat kamu jadi sarana permusuhan saudara2 ku.
Kamu jadi tempat caci maki dan hujjat sesama ikhwanku.
Padahal terkadang itu bukan karena hal penting dan baku…

Kamu wahai Facebook jadi tempat penyebaran isu.
Tempat menyalahkan penguasa bahkan memanasi suasana hatiku.
Fitnah berserakan bak kudis diseluruh tubuhmu.
Dari isu Suriah, yaman, pilkada, hingga habib palsu…

baca selengkapnya…..

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Gerakan Ketawa Nasional

bagi yang punya buku “terong gosong” pasti tahu joke-joke guyonan ala khas pesantren dengan syarat makna yang disusun apik oleh  gus Yahya Cholil Staquf, apalagi joke-joke terkenal karya gusdur yang sudah melegenda dimana-mana, berikut ini beberapa kisah yang sedikit semoga bisa menghibur, ditengah kegundahgulaan situasi yang kadang ingin buat kita TERTAWAAAA….ketaaawaaaa

salam Gerakan Ketawa Nasional

temonsoejadi
#Gerakan_Ketawa_Nasional

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
LURAH PONDOK ANYARAN |

#Gerakan_Ketawa_Nasional

Sejak ditunjuk menjadi lurah pondoke gus Yahya Cholil Staquf, santri MatonKemlinthi Ben Diarani Goblog ini semakin pethentengan. Santri Maton yang berwajah tidak stabil ini, yakni cakep karena turunan namun jika ada tanjakan jadi jelek lagi, sekarang tambah galak. Dia menghukum santri yang kendaraannya tak lengkap, misale ga pake spion. Lebih galak lagi jika santri itu memboncengkan santriwati.

Ya aslinya Kang Maton cuma iri, dengki dan syirik tanda tak mampu, karena selama melakukan modus ke cewek-cewek selalu ditolak karena dianggap terlalu baik. Makanya dia berusaha untuk tidak menjadi terlalu baik dengan bersikap galak dan berusaha mengganggu santri-santri yang sedang PDKT agar nasibnya sama seperti dirinya.

Read More

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Koreksilah Sebelum Dikoreksi

حاسبوا قبل ان تحاسبوا
“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dikoreksi (dihisab)”

Kalau kita ingin melihat wajah kita sendiri, biasanya kita bersendiri dg kaca ajaib yg lazim disebut cermin. Dari cermin itu kita bisa melihat dengan jelas apa saja yg ada diwajah kita, baik yg menyenangkan atau yg tidak; bahkan mungkin yg membuat kita malu. Dengan cermin kita mematut-matut diri, barangkali karena itulah hampir tdk ada rumah yg tdk mnyimpan cermin. Sebab hampir semua orang ingin dirinya patut.

Tanpa bercermin kita tdk bisa melihat noda yg ada pada diri kita, dan tanpa melihat sendiri noda itu bagaimana tergerak menghilangkannya. Didalam islam ada dawuh “almu’muni miraatul mu’min” orang mukmin adalah cermin mukmin yg lain. “Inna ahadakum miraatu akhiihi” sesungguhnya salah seorang diantara kamu adalah cermin saudaranya. Artinya masing masing orang mukmin bisa atau seharusnya menjadi cermin untuk mukmin yg lain.

baca selengkapnya disini..

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Saat Fatimah Az-zahra Mengadu Urusan Rumah Tangga

Semoga seluruh ummat Baginda Rasulullah Sayidina Wanabiyuna Muhammad SAW dari awal mula hingga akhir kesemuanya selalu mendapatkan pandangan kasih sayang, kecintaan dan kemuliaan dari Allah Jalla Jallaluhu..robba Makkah wa shofa…. amin

sebuah kisah menarik, syarat nasehat terlebih dalam menyikapi problematika rumah tangga.

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakndanya Fatimah az-zahra rha. Didapatinya anakndanya sedang menggiling syair (sejenis bijirin) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.

Rasulullah SAW bertanya pada anakndanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah? semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”. Fatimah rha. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tangga lah yang menyebabkan anaknda menangis”.

Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakndanya. Fatimah rha melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta ‘Ali (suaminya) mencarikan anaknda seorang jariah untuk menolong anaknda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah?”.

baca selengkapnya disini…

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tasawuf dan Thariqah dalam Persepektif Islam

Dalam Islam ada tiga bidang ilmu yang wajib dipelajari ilmunya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: aqidah, fiqh, dan tashawwuf. Ketiganya saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisah-pisahkan, kecuali pada saat mempelajarinya sebagai teori.

Aqidah (keimanan) adalah fondasi dalam beragama. Dalam Ilmu Aqidah dipelajari tentang apa yang wajib diyakini dan dipercayai dengan sebenar-benarnya. Ilmunya dipelajari agar manusia beriman kepada Allah dengan mengesakan-Nya dan beriman kepada rukun-rukun iman lainnya. Fiqh atau penafsiran terhadap syari’at mengatur persoalan lahiriah praktis manusia yang dibebani aturan hukum dalam kehidupan sehari-hari dan ilmunya disebut Ilmu Fiqh. Sedangkan tashawwuf (al-ihsan) adalah ajaran Islam yang terfokus pada masalah batin atau hati manusia, yakni ilmu yang membahas agar hati manusia menjadi bersih dari semua penyakit hati dan sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan semua sifat-sifat terpuji agar selalu dekat dengan Allah SWT.

قال الشيخ أبي العباس أحمد زروق الفاسي (846-899 ه) في كتابه قواعد التصوف وشواهد التعرف ص : 25

(( فلا تصوف إلا بفقه إذ لا تعرف أحكام الله تعالى إلا منه ولا فقه إلا بتصوف إذ لا عمل إلا بصدق توجه ولا هما إلا بإيمان إذ لا تصح واحد منهما بدونه فلزم الجميع لتلازمها في الحكم كتلازم الأرواح للأجساد إذ لا وجود لها إلا فيها كما لا حياة لها إلا بها، فافهم )).

(( ومنه قول الإمام مالك رضي الله عنه : من تصوف ولم يتفقه فقد تزندق و من تفقه ولم يتصوف فقد تفسق ومن جمع بينهما فقد تحقق )).

Al-Syaikh Abi al-‘Abbas Ahmad Zarruq al-Fasiy (846-899 H.) berkata dalam bukunya, Qawa’id al-Tashawwuf wa Syawahid al-Ta’arruf hal. 25:

baca selengkapnya disini…

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Jangan Mengaku Wali

JANGAN MENGAKU WALI DAN MERASA PUNYA KERAMAT

Di antara yang prinsip dalam ajaran Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah adalah percaya dan membenarkan adanya keramat para wali (karamat al-auliya’). Karamah hanya terjadi dari seorang wali (kekasih Allah), sebagaimana mukjizat itu terjadinya suatu peristiwa di luar nalar dan di luar kebiasaan pada seorang Nabi untuk melemahkan para pengingkarnya.

Adapun wali adalah orang yang memiliki aqidah yang benar, membiasakan diri beramal shaleh dan senantiasa meneladani Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallama. Peristiwa tidak masuk akal di luar kebiasaan seperti menusuk tubuh dengan benda tajam, menyantap bara api, pecahan kaca, berjalan di permukaan air tanpa perahu atau kemampuan untuk terbang di udara tanpa sayap dari orang-orang yang terbiasa durhaka (maksiat) kepada Allah tidak bisa disebut karamah, melainkan dinamakan istidraj.

baca selengkapnya disini,..

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Peliharalah dan Perbanyaklah Niat yang baik

niatbismillahirahmanirahim

“Peliharalah dan perbanyaklah niat yang baik, karena seseorang tidak akan mati sehingga dia selesaikan apa yang dia niati”

Sabda Nabi صلى الله عليه واله وصحبه وسلم, kalau seorang manusia berharap kepada manusia yang lain, dan orang yang dia harapkan itu tidak menunaikan apa yang dia harapkan, maka Allah سبحانه وتعالى akan memutuskan harapan orang itu dari Allah سبحانه وتعالى pada hari Akhirah kelak.

Bagaimana pula kalau seseorang itu berharap sepenuhnya kepada Allah سبحانه وتعالى? Tahun lalu dia sholatnya kurang dan tahun ini dia akan shalat 5 waktu sehari semalam, dulu pelit maka tahun ini dia ingin menolong orang susah, selalu solat sunat witir 3 rakaat maka tahun ini InshaAllah 11 rakaat shalat sunat witir dan semua itu hanyalah semata mata Lillahi ta’ala.

Inilah niat yang baik dan dia tidak akan mati sehingga dia selesaikan semua niatnya itu. InshaaAllah. Meskipun kamu tidak mampu, tetapi kamu akan dapat pahala sebagaimana orang yang telah melakukan hal yang kamu maksud. Misalnya kamu berniat, kalau saya ada rezeki saya harus bangun madrasah madrasah Tahfidz di sini dan di sana. Meskipun itu diluar kemampuan kamu tapi kamu akan dapat pahala sebagaimana mereka yang telah bangun madrasah tahfidz itu.

baca selengkapnya disini….

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Matahari Telah Pulang

gusdurOleh KH. Husain muhammad
Langit Desember Yang Murung
Jam 19.00, satu hari menjelang tahun 2009 berganti, HP berdering mengganggu makan malam gratis saya di rumah makan “Jepun”, milik N, sahabat saya. Jay, wartawan Koran Sindo mengkonfimasi kabar mengejutkan. “Bagaimana Gus Dur, aku dengar beliau wafat”, katanya tegang. Dengan dada berdegup, saya segera menghubungi A.W. Maryanto, teman yang selalu mendampingi Gus Dur di Rumah Sakit. Jawabannya tak meyakinkan. Katanya : “Aku baru saja istirahat dan sekarang sedang makan. Jam 17.00 tadi, 18 orang dokter khusus telah memeriksa kesehatan Bapak dan beliau sudah baik”. Tetapi saya penasaran. Yenni, putri kedua Gus Dur, saya kontak. “Bapak meninggal, mbak Yenni di dalam”, suara Innayah, putri bungsunya, lirih bergetar, tersekat. Dan saya terkulai lemas. Langit 30 Desember 2009 tiba-tiba menjadi muram, murung. Saya segera sms Ibu Shinta, isteri tercinta Gus Dur : “Ibu, saya sangat menyesal tidak berada di samping bapak, seperti sebelumnya, mohon maaf”. Ya seperti sebelumnya ketika Gus Dur beberapa kali berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, saya menjenguknya sekaligus mendo’akan kesembuhannya dengan segera. Dan saya merasa mendapat kehormatan, ketika beliau meminta saya berdo’a bagi kesehatannya. Dengan tetap berbaring di tempatnya, di didampingi ibu Nur, isterinya yang setia dan orang-orang yang hadir, Gus Dur dan mereka mengamininya.

baca selengkapnya disini….

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Musibah didalam Musibah

lonely_tree-edMungkin bangsa indonesia memang perlu diruwat, Ruwat dalam bahasa jawa kurang lebih berarti bebas. Diruwat, artinya diupayakan agar terbebas dari tenung dan malapetaka. saya menggunakan istilah itu terlepas dari ruwatan dalam upacara adat jawa dalam pengertian harfiahnya. Rasanya bangsa ini memang perlu mengupayakan agar dirinya terbebas dari musibah.

Lebih dari dua tahun, bahkan menginjak tahun ketiga secara beruntun kita didera berbagai musibah. Mulai dari tsunami, gempa bumi, kebakaran hutan, tanah longsor, angin ribut, lumpur panas, kecelakaan didarat; dilaut ; dan diudara, pertikaian antar etnis dan golongan, pergulatan di kalangan politisi, hingga musibah yang paling besar yang sering luput dari hitungan; KORUPSI. Bahkan sudah keluar negeri, ditempat suci Arafah, musibah masih mengejari orang indonesia.

baca selengkapnya….

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Semua Untukmu Ibu, selamat hari ibu

ibu

kasing sayang ibu

Tidak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian seorang ibu,
Tidak ada Tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu,
Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyummu ibu,
Tak ada jalan yang begitu berbunga-bunga seperti yang dicetak dengan langkah kakimu.
Kau adalah alasan kenapa aku ada.

Aku ingin memulai hidup kita yang baru,Bu. Sesuatu yang jika kelak anak anakku menanyakannya akan kuceritakan semuanya dengan perasaan lega dan bangga. Maka akan kuperkenalkan engkau sebagai ibuku, nenek tercinta bagi mereka. Aku ingin kita yang baru Bu. Sesuatu yang jika suatu saat aku harus pergi untuk selama lamanya dan tak mungkin pulang lagi ke rumahmu,pelukanmu,aku tak akan sedikitpun merasa takut atau malu karena aku telah menggenggam restumu.

baca selengkapnya….

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail