Peristiwa ini terjadi pada tahun 2015, ketika Kiai Amin Budi Harjono akan mengisi acara di daerah Pati, dalam perjalanan beliau tertidur di dalam mobil, tiba-tiba dalam mimpi beliau melihat cahaya terang, seketika beliau bangun dan melihat keluar, melihat seorang “gelangan gila”.
Lalu Kiai Budi menyuruh supir untuk berhenti dan menghampiri gelandangan gila tersebut dan mengajaknya ke PP. Nailun  Najah Kriyan Kalinyamatan Jepara. Sa’at sampai di Pondok, kami kaget dengan orang yang dibawa Kiai Budi, tubuhnya bau, kulitnya penuh debu karena tidak mandi bertahun-tahun, bajunya telah rapuh dan mudah sobek bahkan kaki kanannya bekas luka kecelakaan dengan tulang yang kelihatan, bernanah dan membusuk hanya dibalut dengan sobekan kain sarung yanh kotor.
Ketika gelandangan tersebut saya tanya, Mbah namanya siapa? Di Jawab :” Angkling Kusuma”. Tujuannya kemana Mbah ? Beliau Jawab :” Singapura”. (Mungkin yang di maksud beliau ada “Seng ngapuro” Sang Maha Pengampun.

baca juga ini  kisah waliyullah sering menyamar
Setelah itu, beliau diminta Kiai Budi untuk mendo’akan penghuni PP. Nailun Najah, lalu beliau mengeluarkan tas kresek yang berisi uang jutaan dari sarung yang diikatkan di lehernya, lalu kami diberi ada yang dikasih uang Rp.2000 / Rp. 5000/ Rp. 10000.
Dan inilah catatan Kiai Budi bersama beliau selama kurang lebih satu minggu.
SEDULURKU TERCINTA,

setelah seminggu menemani mBah Angkling Kusuma dan saya merasa bersalah telah merawatnya karena dia justru mengalami banyak keberatan dalam dirinya,kemaren dia hilang entah kemana sepulang saya dari acara. Bisa jadi,pada suatu ketika saya akan dipertemukan lagi,entah kapan dan dimana. Yang jelas,dia mengajak saya ke tempat yang dia ceritakan dengan jelas,caranya sampai ke sana, syaratnya dan akan bertemu dengan siapa. Tempat itu melalui “terowongan”,cara memasukinya dengan posisi “sujud” atau “jungkel”,nanti akan masuk dengan kecepatan tinggi namun tetap bisa melihat-lihat sekitar karena terdapat pemandangan yang sungguh-sungguh “elok”. Setelah memasuki terowongan itu,nanti akan “jedul” di hamparan laut biru yang sangat luas,dan di sana akan dipandu oleh Nabi Khidzir dan bisa memasuki kapal-kapal para Nabi,tiket di kapal-kapal itu adalah “sedekah-sedekah” kepada orang yang lagi susah. Di kapal-kapal itulah akan menikmati “pesta” yang lezatnya luar biasa,karena segala makanan dunia ini hanya berujung jadi “tai”,mBah Angkling Kusuma bilang:”Ning dunya iku sekolah gawe tai. Isine mung tukaran,wong-wong ngono iku di ‘sana’ akan tenggelam.”
Sepanjang mBah Angkling Kusuma itu bercerita,yang saya kagumi adalah “ekspesi” wajahnya yang berubah menjadi “bening” dengan semangat yang menakjubkan serta menggelora dan berkobar,yang siapapun melihatnya akan menjadi sangat tertarik,sungguh tertarik. Kalau saya mau ke ‘sana’ harus pamit sama “Kiai-Kiai”,kalau pamit kepada keluarga tidak usah karena nanti akan kembali lagi, mbalik maning. Ada satu hal yang dia ingatkan bahwa orang harus “setia” kepada pasangan suami istri,karena di sana akan mempermudah syarat-syarat masuk ke kapal-kapal itu,sementara bagai yang “indehoi” atau berzina dengan pasangan orang lain–jangankan bisa diterima di kapal-kapal itu,namun mereka akan tenggelam.

……………………………………………………………………

Tentang Mbah Anglingkusumo, saat itu Kiai Budi III saya beri bocoran “sirr” banyak tentang beliau, tapi Kiai Budi I tidak pernah ngrewes omingane Cah Angon Sak Paran-paran II …..
Diantaranya Mbah Anglingkusumo yg beliau ajak di pp.nailun najah assalafy adalah seorang Habaib….dan Lainnya maaf, itu rahasia saya dg Kiai Budi.
Saya pun paling buanyak dapat lembaran uang kertas dari mbah anglingkusumo, bahkan jatah kiai budi pun diberikan saya. Klutik…
Diceritakan Sumber dari fb yai Abi husna & kiyai amin budi

Ada sebuah komentar dari netizen kalau terindikasi mbah angkling kusumo  ada hubungannya PP girikesumo mranggen.
Soal nya dipondok ini ada makam angkling kusumo, makamnya dibawah pohon blimbing, Wallahu a’lam

baca juga ini  kisah waliyullah sering menyamar

Mbah Angkling kusumo

Advertisements

Tinggalkan Balasan