Dialog kyai Said dengan Santrinya

​DIALOG  KYAI SAID DENGAN SANTRINYA
Pagi itu beliau dengan santainya memanggil kami semua untuk berbincang-bincang terkait berbagai macam masalah, mulai dari masalah pesantren sampai dengan permasalahan yang sedang viral dimedia sosial.  Tapi menurut saya ada sesuatu yang aneh pada diri beliau pagi itu.  Seperti ada yang serius yang akan beliau sampaikan kepada saya dan teman-teman yang lain, namun entah apa yang akan beliau sampaikan.
Kyai Said : Dunia itu selalu diisi oleh manusia yang suka dan benci. Rasa suka dan benci  terhadap sesuatu itu merupakan sunatullah yang sulit untuk hindari.  Kamu mau kemana saja pasti akan ada yang simpati terhadapmu dan pastinya ada juga yang antipati, namun sikapilah semua itu dengan biasa saja,  Janganlah semua pandanganmu tertutupi oleh rasa suka atau cinta, sehingga tidak ada celah sedikitpun untuk membenci atau murka,  begitu juga sebaliknya.
أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما و أبغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوماما
Dan hanya dengan prinsip yang kamu pegang dengan kuat,  Maka hidup kamu tidak akan plin plan, sekalipun engkau dicaci dan dimaki.

Read More

Advertisements

Wirid Fatikhah 100x

​”Thareqat “Syeh Abdul Qodir Jailani dan Imam Ghozali  Tentang Wirid Surat Al-Fatikhah 100 X.
Amalan yang diijazahkan Simbah KH. Abdul Hamid Pasuruan tentang wirid Surat Al-Fatikhah 100X adalah dari “thareqat”nya Syeh Abdul Qodir Jailani. Seperti yang sudah beberapa kali saya tulis dalam status.
Cara mengamalkan ijazah surat Al-Fatikhah, ada dua cara:  (1.)Bisa dicicil sesudah shalat Subuh 30x, sesudah Dluhur 25x, sesudah Asyar 20x, sesudah Maghrib 15x dan sesudah Isya, 10x, sehingga dalam satu hari berjumlah 100x,  (2.) Membaca surat Al-Fatikhah langsung 100x.
Sebelum membaca Surat Al-Fatikah diawali dengan membaca ” Ala niyyatissyeh abdul qadir al-jailani radhiaallahu anhu”..lalu membaca Fatikhah sesuai hitungan. Dan membaca do’a surat Al-Fatikah 3X.
Sedangkan “tharekatnya” Imam Ghozali, seperti yang diterangkan Syeh Muhammad Ali bin Husain Al-Makki Al-Maliki, dalam kitab Inaratut Duja Syarah Tanwirulhija Nadhom Syafinatun Naja di halaman 108.

Read More