Puisi 91 tahun, NU

​91 TAHUN, NU

————

NU, dua huruf yang mendunia,

Nahdlatul Ulama itu kepanjangannya,

Konsepnya adalah kebangkitan Ulamanya,

Dasarnya mengikuti kitab dari sang Pencipta,

Lakunya mengikuti laku Nabi nya,

Ajarannya dibimbing para ulamanya,

Dalam bentuk ijma’ serta qiyasnya,

Walisongo cikal bakal suluknya,

Pesantren kekuatan pendidikannya,

Read More

Advertisements

​NU dan Sulitnya Berada di Tengah

​NU dan Sulitnya Berada di Tengah
Oleh: M. Imaduddin

Saat ini, benturan terbuka antara kelompok (yang mengatasnamakan) Islam dengan kelompok nasionalis sepertinya hanya tinggal menunggu waktu. Bibit-bibitnya sudah tampak, seperti bentrokan antara FPI dengan GMBI, penghadangan tokoh MUI oleh kelompok Dayak di Kalimantan, saling ancam antar dua kubu, saling lapor ke polisi, dan beberapa letupan-letupan kecil lainnya.
Saya khawatir, kain NKRI yang telah dirajut dengan darah dan nyawa oleh para pahlawan dan pendiri bangsa ini akan robek disana sini.
Dua kelompok ini menggunakan isu yang disebarkan secara massal kepada para pengikutnya. Kelompok (yang mengatasnamakan) Islam menggunakan isu PKI untuk menyerang nasionalis, sementara  kelompok nasionalis mengajar kelompok “Islam” dengan teriakan anti kebinekaan dan intoleran.
Timur Tengah telah memberi pelajaran buat kita, bahwa konflik antargolongan telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat di Suriah, Irak, Afghanistan, dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Sekarang, negara-negara mayoritas Muslim tersebut menjadi failed state (negara gagal) dan entah sampai kapan akan berakhir derita rakyat di sana.
Konflik di negara-negara tersebut memang diciptakan oleh negara-negara besar dengan cara mengadu domba kelompok-kelompok di negara-negara tersebut. Sunni diadu domba dengan Syiah, Islam diadu domba dengan nasionalis. Inilah yang dinamakan proxy war. Ketika terjadi perang, maka semakin mudahlah negara-negara besar menguasai negeri yang berkonflik tersebut. Motifnya jelas, hegemoni politik dan ekonomi.
Kembali ke negeri kita. Lalu, NU harus berdiri di posisi mana?

Read More

9 Alasan Kenapa Harus CINTA terhadap NU 


Menyongsong Harlah NU yang Ke-91 (31 Januari 1926-2017)
9 Alasan Kenapa Harus CINTA terhadap NU
1. Karena NU dianugerahkan oleh Allah untuk Indonesia lewat para wali Allah.
2. Kontribusi NU terhadap Kemerdekaan sangat besar bagi Indonesia dan tetap konsisten menjaga kedamaian, menjaga persatuan dan kesatuan seluruh ummat tidak hanya untuk ummat Islam saja tapi semua ummat di Indonesia.
3. Fanatik terhadap NU itu tidak merugikan orang lain, kelompok, golongan, ajaran atau firqah yang lain. Karena NU tidak mudah untuk menyesat-nyesatkan atau mengkafir-kafirkan kelompok atau ajaran yang lain.
4. Karena NU tidak hanya menjunjung tinggi Ukhuwah Islamiyyah tapi juga Ukhuwah Basyariyyah.
5. NU itu sebagai Mayoritas Ummat Islam (Assawadul A’dzam) yang menganut ajaran Ahlussunah wal Jama’ah.
6. Selalu konsisten menjaga tradisi dan amaliah Ulama Salaf yang sanadnya sampai kepada Rasulullah Saw.
7. NU adalah Organisasi Islam yang lahir dari bumi pertiwi. Jadi NU akan selalu bersama Negara “Hubbul wathan minal iman”.

Read More

​Mengaji dari tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan

Manuskrip tulisan tangan syaikhona kholil

​Mengaji dari tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan

Tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan yg manuskripnya tersimpan di Ponpes Langitan Tuban :

إِنَّا لَنَفْرَحُ بِالْأَيَّامِ نَقْطَعُهَا * فَكُلُّ يَوْمٍ مَضَى نَقْصٌ مِنَ الْأَجَلِ

فَاعْمَلْ لِنَفْسِكَ قَبْلَ الْمَوْتِ مُجْتَهِدًا * فَإِنَّمَا الرِّبْحُ وَالْخُسْرَانُ فِيْ الْعَمَلِ

_______
فَائِدَةٌ

ذِكْرُ الْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رَحْمَةُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ لَمَّا رَحَلَ مِنْ بَغْدَادَ إِلَى مِصْرَ، وَأَتَى إِلَى بَعْضِ قُرَاهَا بِمَكَانٍ، فَدَخَلَ فِيْهِ وَجَلَسَ عَلَى تُرَابٍ مِنْ غَيْرِ فِرَاشٍ، وَأَتَى بَعْدَهُ رَجُلٌ نَصْرَانِيٌّ كَاتِبُ الدَّوْلَةِ، فَدَخَلَ دَارًا فَقَامُوْا إِلَيْهِ وَأَكْرَمُوْهُ وَفُرِّسَ لَهُ الْحَرِيْرُ وَاَخَرُ بَيْنَ يَدَيْهِ لَذِيْذَ الْمَآكِلِ وَالْمَشَارِبِ وَأَنْوَاعَ الطِّيْبِ، فَلَمَّا رَأَى الْإِمَامُ ذَلِكَ أَنْشَدَ يَقُوْلُ بَيْتَيْنِ مِنْ بَحْرِ الْوَافِرِ:
تَبِيْتُ الْأُسْدُ فِي الْغَابَاتِ جُوْعًا * وَلَحْمُ الضَّأْنِ تَأْكُلُهُ الْكِلاب

وَخِنْزِيْرٌ يَنَامُ عَلَى حَرِيْرِ * وَأَهْلُ الْعِلْمِ مَفْرَشُهَا التُّرَابُ
فَلَمَّا سَمِعَ نَصْرَانِيٌّ قَوْلَ الْإِمَامِ أَتَى إِلَيْهِ، وَقَبَّلَ يَدَيْهِ وَقَدَمَيْهِ، وَأَسْلَمَ عَلَى يَدَيْهِ، وَأَعْطَاهُ جَمِيْعَ مَالِهِ، وَلَزِمَ خَدْمَهُ بِمَا سَبَقَتْ لَهُ السَّعَادَةُ وَسَامَتْهُ الْخَاتِمَةُ بِحُسْنِهَا مِمَّا أَكْرَمَ اللهُ بِهِ بِبَرَكَةِ الْإِمَامِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ.

كتبه الفقير محمد خليل بن عبد اللطيف

baca selengkapnya….

​Abuya Dimyathi Banten Ulama Sejati, Wara’, Zuhud,  dan Bahrul ‘Ulum

​Abuya Dimyathi Banten Ulama Sejati, Wara’, Zuhud,  dan Bahrul ‘Ulum
Abuya Dimyathi (Mbah Dim) Banten adalah seorang sosok ulama sejati yang wara’ dan zuhud. Keilmuannya benar-benar melaut alias “bahrul ‘ulum”, sehingga semua bidang-bidang keilmuan Islam dikuasainya dengan baik, seperti ilmu fiqih, hadits, tafsir Al-Qur’an, mantiq (logics), balaghah (sastera Arab), tauhid, tasawuf, ilmu falaq, dan sebagainya.
Pernah beliau mengajarkan kitab “Tafsir Ibnu Jarir At-Thabari (15 jilid)” sampai khatam (tamat) hanya dalam jangka waktu 3 tahun. Padahal ulama Jawa ketika itu mampu mengkhatamkannya diperkirakan membutuhkan waktu 15 tahun, mengingat bahasa di dalam kitab tafsir itu sangat sulit dan rumit sekali.

Read More

15 Harga Mati NU

15 Harga Mati di NU :

1. NU adalah jam’iyah diniyah ijtimaiyah.

2. Paham keagamaannya Al-quran, Sunnah, Ijma dan Qiyas.

3. Menempuh pendekatan bermadzhab kepada ulama Aswaja (qaul dan manhaj).

4. Dalam aqidah mengikuti madzhab Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi.

5. Dalam fiqh mengikuti 4 madzhab.

6. Tasawufnya mengikuti Imam Junaid al-Baghdadi, dan Imam Abu Hamid al-Ghazali.

7. Dalam berfikir, bersikap, dan bertindak berprinsip tasamuh, tawassut, i’tidal dan tawazun.

8. NU tidak liberal dan konservatif.

baca selengkapnya…

sejarah nahdlatul ulama yang terpendam

image

Bismillahirahmanirahim

Sahabatku semua yg dirahmati, cerita sejarah ini mungkin tak banyak orang yang tahu, dan saya sendiripun baru tahu beberapa bulan yang lalu… sekiranya dapat bermanfaat, membangkitkan rasa cinta kita pada ulama yg telah turut andil membangun indonesia, kisah ini sangat layak engkau baca….
Bacalah…..

oleh : al-Habib Luthfi bin Yahya
Jangan kehilangan sejarah….

Banyak diantara kita yang kepaten obor, (kehilangan sejarah), terutama generasi-generasi muda. Hal itupun tidak bisa disalahkan, sebab orang tua-orang tua kita, -sebagian jarang memberi tahu apa dan bagaimana sebenarnya Nahdlotul Ulama itu.

Karena pengertian-pengertian mulai dari sejarah bagaimana berdirinya NU, bagaimana perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan NU, bagaimana asal usul atau awal mulanya Mbah Kiai Hasyim Asyâ’ari mendirikan NU dan mengapa Ahlus sunah wal jamaah harus diberi wadah di Indonesia ini.

Read More

Resolusi Jihad Meneladani Film Sang Kyai

Bismillahirahmanirahim.

“Hargailah perjuangan para ulama, karena merekalah indonesia bisa Merdeka”

Sebuah Kisah perjuangan kyai Hasyim Asy’hari melawan penjajah bersama para santri. berkat para kyai-lah indonesia merdeka..
Film ini mengisahkan tentang keikhlasan jihad salah seorang ulama ahlussunnah wal jama’ah yang juga Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau adalah pahlawan nasional sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang berhasil menunjukan kepada dunia Islam bahwa Nasionalisme dan Islam adalah dua hal yang tidak bertentangan.
berbanggalah atas kehadiran NU dibawah naungan kyai-kyai kharismatik dan Rendah hati. silahkan di tonton :

sahabatku semua yang dirahmati Allah

Tahukah engkau Ada peristiwa besar yang mendahului lahirnya pertempuran 10 November tersebut, yaitu adanya fatwa Resolusi Jihad yang digulirkan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945

Dengan fatwanya yang dikenal dengan nama “Resolusi Jihad”, KH. Hasyim Asy’ari mengimbau dan mengajak para santri untuk berjihad fisabillilah berjuang mempertahankan tanah air Indonesia melawan penjajah, yang kemudian melahirkan sebuah peristiwa perang besar Pertempuran Surabaya dalam melawan tentara sekutu. Untuk mengenang perjuangan ini maka ditetapkanlah Hari Pahlawan 10 November 1945.

Read More

Lirik sholawat Yaa habibi Yaa habibi

يَاحَبِيبِ يَاحَبِيبِيي يَاحَبِيبِي كَيْفَ اَشْقَى وَاُضَامْ وَفُؤاَدِي قَدْ بَدَابَادِي الظَّلاَمْ

Yaa habib Yaa habib Yaa habibi Kaifa asyqoo waudhoom – Wafuaa Wafuaadiy Qodbada baadi baadidh-dholaaam

Wahai yang tercinta, wahai yang kecintaanku, wahai kecintaanku, betapa celaka dan teraniayanya aku. Kerana telah kelihatan kebinasaan dan gelapnya hati

فَتَحَنَّنْ وَامْحُواعَنَّي مَا بَدَا كُلُّ نُورٍٍ مِنْ ثَنَا خَيْر اْلاَنَامِ
Fatahannan wamhu ‘anni maabadaa -Kullu nuurin min tsanaa khoiril2 anaam
Kasihanilah dan hapuskan yang kelihatan (kegelapan dan kebinasaan tersebut) dariku. Semua cahaya berasal dari pujian untuk sebaik-baik manusia

Read More

Peganglah erat “Ahlisunnah waljamaah” [ASWAJA]

parawalisahabatku yang dirahmati Allah,

banyak yang menentang fatwa imam imam madzhab dan perbuatan dan fatwa imam imam terdahulu, maka mereka tidak disebut ahlussunnah waljamaah, seperti wahabi, dll

Kepercayaan Pagan, Hindu, Budha dan Islam secara dialektik telah menjadi tata nilai yang berjalan di kawasan Asia Tenggara. Nilai-nilai tersebut, bahkan, kemudian mampu memberikan kontribusi dalam membentuk sistem pemerintahan dan varian keagamaan sendiri yang mencerminkan pergumulan antara budaya luar dengan budaya asli Nusantara.

Lebih-lebih ketika Islam datang ke Nusantara. Agama baru ini diterima sangat baik oleh penduduk setempat. Hal itu karena kearifan para ulama atau wali yang datang ke wilayah ini, yang sangat menghormati tradisi, adat istiadat, bahkan agama setempat. Islam dicoba diselaraskan dengan ajaran setempat, karena itu tidak sedikit tradisi yang kemudian dijadikan sarana penyiaran Islam.

Bersabda Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW, maknanya: “dan sesungguhnya ummat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 di antaranya di neraka dan hanya satu yang di surga yaitu al-Jama’ah”. (H.R. Abu Dawud)

SIAPA ITU ASWAJA ?

APA HUBUNGANNYA DENGAN  NAHDLATUL ULAMA ?

NU ADALAH SALAH SATU BENTENG AHLISUNNAH WALJAMAAH DI INDONESIA

Semenjak zaman  awal-awal berdirinya NU, ternyata Syaikh KH. Muhammad Hasyim asyari sang pendiri NU sudah mendeteksi lalu-lintas dan hilir-mudiknya pemahaman Wahabi yang terinpirasi pemikiran Syaikh Ibnu Taymiyah. Di tengah para Ulama zaman itu, kemunculan  Wahabi itu begitu terasa menggerogoti Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, padahal waktu itu alat komunikasi sebagai distribusi informasi masih sangat alami, belum ada telepon apalagi internet seperti sekarang .

baca cahaya hati selengkapnya…