Sholawat Shultoniyah

Sholawat shultoniyah 1 kali membacanya sama dg mmbaca seratus ribu kali

tulis qobiltu bagi yg mu ngamalin
Al-Habib Ali Bin Hasan al-Atthas Rahimahullah menyebutkan dalam kitab al-Qirthas Syarh Ratib al-Atthas: “Ada seorang Sulthan (Raja) yang Alim, faqih dan mujahid bernama Mahmud Al-Ghaznawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya. Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya. Namun sang raja yang ditunggu-tunggu­ tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya.
Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Di dalam mimpinya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar? Sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka.” Raja menjawab, “Saya duduk berlama-lama begitu, tak lain karena saya membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan saya berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawat saya selesai.”

Read More

Advertisements

Sholawat habib ali alhabsyi

“Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya. Tiada seorang alim pun yang ia takuti kecuali kepada Allah swt. Yang merasa aman akan marah Allah swt, dialah si-jahil. Yang merasa takut akan marah Allah swt, dialah si-arif.”

( Imam Syafi’i )
Cinta kepada Rasulullah dengan mengenal keindahan dan kesempurnaan yang beliau miliki bukan saja penting untuk membersihkan kecintaan manusia kepada dunia. Lebih dari itu, cinta kepada Nabi merupakan bagian yang tak terpisahkan bagi seseorang yang ingin memahami dan mengamalkan ajaran Islam. 
Tidak ada derajat setelah mahabbah kecuali itu adalah buah dari mahabbah yang ada didalam hati.

ijazah dari Syekh Muhammad bin Abibakar Al Khatib

ijazah dari Syekh Muhammad bin Abibakar Al Khatib saat beliau hadir di Jalsatul Istnain Majelis Rasulullah SAW Jawa Timur.

10 Sholawat yang diajarkan oleh Habib Muhammad bin Hadi Assegaf di kota Sewun. Barang siapa yang mengamalkannya maka :

• Apabila dibaca dirumah maka rumahnya akan terhindar dari bahaya kebakaran dan perampokan

• Apabila diletakkan di saku maka dirinya akan dijaga oleh ALLAH SWT

• Apabila di letakkan di toko maka usahanya tersebut akan diberikan keberkahan oleh ALLAH SWT
1. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي مَا وَقَعَ ظِلُّهُ عَلَى الأَرْضِ قَطْ
2.  اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي مَا ظَهَرَ بَولُهُ عَلَى الأَرْضِ قَطْ
3. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي لَمْ يَقَعْ عَلَيْهِ الذُّبَابٌ قَطْ
4. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي لَمْ يَحْتَلِمْ قَطْ
5. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي لَمْ يَتَثَاءَبْ قَطْ
6. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي لَمْ تَهْرُبْ مِنْهُ دَابَةٌ قَطْ
7. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي وُلِدَ مَخْتُوْنَا
8. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي تَنَامُ عَيْنَاهُ وَلَايَنَامُ قَلْبُهُ
9. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي يَنْظُرُ مِنْ وَرَائِهِ كَمَا يَنْظُرُ مِنْ اَمَامِهِ
10. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد الَّذِي كَانَ إِذَا جَلَسَ مَعَ قَوْمٍ كَانَتْ أَكْتَافُهُ وَعَلَى مِنْهُمْ
Semoga ALLAH memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkannya..

Sholawat Sayyidina Al faqih Al Muqaddam, Muhammad bin Ali Ba’lawi RA

SHOLAWAT SAYYIDINA AL-FAQIH AL-MUQADDAM

“MUHAMMAD BIN ALI BA’ALAWI RA”

DI IJAZAHKAN UNTUK UMUM OLEH GURU KAMI:

AL-HABIB MUHAMMAD RAFIQ BIN LUQMAN AL-KAFF:

انجزت لكم يامعشر الإخوان….

Saya ijazahkan Sholawat ini untuk antum semuanya…

Shalawat Sultan Mahmud Al-Ghaznawi

SHALAWAT SULTAN MAHMUD AL-GHAZNAWI
(Satu Shalawat Sama Dengan Seratus Ribu Shalawat)
Ada seorang Sulthon (Raja) yang bernama Sulthon Mahmud Al Ghaznawi/Al Ghornawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW.
Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya.
Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya. Namun sang raja yang ditunggu-tunggu­ tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya.
Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.
Di dalam mimpinya, Rasulullah SAW bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar? Sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka.” Raja menjawab, “Saya duduk berlama-lama begitu, tak lain karena saya membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan saya berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawat saya selesai.”
Rasulullah SAW lalu berkata, “Kalau begitu kasihan orang-orang yang punya keperluan dan orang-orang lemah yang memerlukan perhatianmu. Sekarang aku akan ajarkan kepadamu shalawat yang apabila kamu baca sekali saja, maka nilai pahalanya sama dengan bacaan 100.000 kali shalawat. Jadi kalau kamu baca tiga kali, pahalanya sama dengan 300.000 kali shalawat yang kamu baca.” Rasulullah SAW lalu membacakan lafazh shalawat yang kemudian dikenal dengan nama shalawat sulthon.

baca selengkapnya….

Sholawat Anti Maling

Sholawat Anti Maling

Sholawat ini dengan kehendak Allah apabila dibaca di rumah akan dihindarkan dari kebakaran, apabila disimpan di rumah akan dihindarkan dari pencurian. (Habib Muhammad bin Hadi)

Sholawat Awwalin

 

Sholawat Awwalin

Sholawat Awwalin

Sholawat Awwalin
Allâhumma sholli ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ â-li sayyidinâ muhammadin fil awwalîna wal â-khirîn, wa fil mala-il a’lâ ilâ yaumiddîn
Abul Hasan Al-Bakri, Abu ‘Umarah bin Zaid Al-Madini dan Muhammad bin Ishaq Al-Mathlabi meriwayatkan, “Suatu hari ketika Rasulullah saw berada di masjid, tiba-tiba seorang lelaki bercadar datang menemui beliau.  Lelaki itu membuka cadar yang menutupi wajahnya dan berkata dengan fasih, ‘Salam sejahtera untukmu duhai manusia yang memiliki kemuliaan yang menjulang tinggi dan tak tertandingi.’  Nabi saw kemudian mendudukkan lelaki tersebut diantara beliau dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.  Abu Bakar memandangi lelaki tersebut kemudian berkata kepada Rasulullah saw, ‘Duhai Rasulullah, mengapa engkau meletakkannya di antara aku dan engkau sedangkan aku mengetahui bahwa di muka bumi ini tidak ada seseorang yang engkau cintai melebihi diriku?’
Rasulullah saw kemudian bersabda, “Duhai Abu Bakar, Jibril memberitahuku bahwa lelaki ini suka bershalawat kepadaku dengan sebuah shalawat yang belum pernah dibaca oleh siapapun sebelumnya.”
Sayyidina Abu Bakarpun lantas berkata, “Duhai Rasulullah ajarkanlah kepadaku shalawat yang ia baca agar aku dapat bershalawat kepadamu dengannya.’
Rasulullah saw kemudian menyebutkan shalawat awwalîn di atas.
Abu Bakar kemudian bertanya, “Duhai Rasulullah, apakah balasan yang akan diperoleh seseorang yang membaca shalawat ini?”
Rasulullah saw menjawab, “Duhai Abu Bakar, engkau telah menanyakan sesuatu yang aku tidak mampu menghitungnya.  Seandainya lautan menjadi tinta, pepohonan menjadi pena dan para malaikat menjadi juru tulis.  Maka lautan akan kering, pepohonan akan habis sedangkan para malaikat belum selesai mencatat pahala shalawat ini.”  Hadis ini diriwayatkan oleh Abul Faraj dalam bukunya Al-Muthrib.

Sholawat Idriisiyyah

Sholawat idriisiyyah


KUPERSEMBAHKAN UNTUK PENGGEMAR SHOLAWAT SEJATI
Sayyidina Al-‘Arifbillah, guru kita Habib Abubakar bin Abdullah Al-’Atthas memperoleh shalawat ini berikut ijazahnya dari Sayyidina Ahmad bin Idris secara langsung.  Beliau lalu menuliskan shalawat ini dan menyimpannya di dalam tas pakaian.  Sewaktu berlayar di laut, seorang darwisy ahli sirr batin (ahlis sirr al-bâthin) dan ahli kasyf melihat cahaya keluar dari tas Habib Abubakar hingga ke langit.  Ia lalu memberitahukan atas apa yang dilihatnya kepada Habib Abubakar.  Habib Abubakar berkata kepadanya, “Tasku ini hanya berisi pakaian dan shalawat.”  Habib Abubakar lalu menunjukkan shalawat itu kepada sang darwisy. Dan menurut si darwisy, cahaya itu keluar dari kertas sholawat tsb.

Read More

Lirik sholawat kisah sang Rosul

sholawat karya  Al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab
dilantukan indah bersama oleh Al habib syech bin Abdul qodir Assegaff

رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو فِى لِيَالىِ المَولِدِ
وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو مِن مَعَانِى اَحمَدِ
فِى لَيَالِى المَولِدِ

Rohatil athyaru tasydu, fi layaa lil maulidi,
wa bariqunnu riyabdu, min ma’aani Ahmadi
Wa bariqunnu riyabdu, min ma’aani Ahmadi
fi layaa lil maulidi

Abdullah nama ayahnya Aminah ibundanya
Abdul Muthallib kakeknya Abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia Fathimah putri tercinta
Semua bernasab mulia Dari Quraisy ternama
Inilah kisah Sang Rasul Yang penuh suka duka 2x
yang penuh suka duka …2x

baca selengkapnya…

Lirik sholawat Yaa habibi Yaa habibi

يَاحَبِيبِ يَاحَبِيبِيي يَاحَبِيبِي كَيْفَ اَشْقَى وَاُضَامْ وَفُؤاَدِي قَدْ بَدَابَادِي الظَّلاَمْ

Yaa habib Yaa habib Yaa habibi Kaifa asyqoo waudhoom – Wafuaa Wafuaadiy Qodbada baadi baadidh-dholaaam

Wahai yang tercinta, wahai yang kecintaanku, wahai kecintaanku, betapa celaka dan teraniayanya aku. Kerana telah kelihatan kebinasaan dan gelapnya hati

فَتَحَنَّنْ وَامْحُواعَنَّي مَا بَدَا كُلُّ نُورٍٍ مِنْ ثَنَا خَيْر اْلاَنَامِ
Fatahannan wamhu ‘anni maabadaa -Kullu nuurin min tsanaa khoiril2 anaam
Kasihanilah dan hapuskan yang kelihatan (kegelapan dan kebinasaan tersebut) dariku. Semua cahaya berasal dari pujian untuk sebaik-baik manusia

Read More

Rayuanku

kau yang mempesona..
lembut purnama wajahmu,
indah berwibawa
pipimu sebesit cahaya subuh..
padanganmu sebening embun.
menyejukkan
sentuhan jarimu selembut sutera..

baca selengkapnya..