Alquran tidak mungkin diturunkan di bangsa yg bodoh

​AL-QURAN TIDAK MUNGKIN DITURUNKAN DI BANGSA YANG BODOH
Menguak sejarah Baginda Nabi Saw. itu sulit untuk ditutup akhirnya. Karena untuk menyifati Nabi Saw. tidak akan bisa sempurna sebab sangat sempurnanya Nabi Saw. Kitab Maulid Nabi Saw. yang ada di Mesir ada 300-an kitab. Di Jawa yang terkenal adalah Maulid Barzanji, Syaraful Anam Natsar, Diba’, ‘Azab, Simthud Durar. Di antara kitab-kitab maulid tersebut saling mengisi dan saling menyempurnakan satu dengan lainnya.

Bukan berarti jika membaca Simthud Durar itu yang paling agung, tidak! Jangan salah paham. Baca Barzanji atau Diba’ itu yang paling top, tidak! Semua yang berkaitan dengan Rasulullah Saw. itu pasti top! Ada yang membaca shalawat Fatih, memuji luar biasa kepada Rasulullah Saw., ada pula dengan shalawat yang lain, semua sama-sama urusannya dengan Kanjeng Nabi Saw.

Membaca surat al-Ikhlas yang khasiatnya luar biasa tidak berarti kalah dengan yang membaca surat Yasin, karena sama-sama Kalamullah. Tidak untuk saling mengunggul-unggulkan. Beralasan bahwa al-Ikhlas adalah surat inti dari al-Quran, itu sah-sah saja. Jamaah Yasinan terkadang tidak terima berdalih Yasin adalah qalbu al-Quran. Tapi kembalikan bahwa semua itu adalah sama-sama al-Quran, Kalamullah. Selesai.

baca selengkapnya..

Advertisements

Pecinta Sejati Rasulullah Saw

​Pecinta sejati Rasulullah saw

Oleh: KH. M. Dhiyauddin Khuswandhi
Seorang Syechermania  dari jogya bertanya:” Duhai guru… Siapakah pecinta sejati Rosulullah saw? ”
La menurutmu siapa?
Kalau menurut saya ya mereka yg…..
beriman pada beliau

menghidupkan sunah beliau

baca selengkapnya disini………

Shalawat Sultan Mahmud Al-Ghaznawi

SHALAWAT SULTAN MAHMUD AL-GHAZNAWI
(Satu Shalawat Sama Dengan Seratus Ribu Shalawat)
Ada seorang Sulthon (Raja) yang bernama Sulthon Mahmud Al Ghaznawi/Al Ghornawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW.
Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya.
Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya. Namun sang raja yang ditunggu-tunggu­ tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya.
Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.
Di dalam mimpinya, Rasulullah SAW bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar? Sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka.” Raja menjawab, “Saya duduk berlama-lama begitu, tak lain karena saya membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan saya berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawat saya selesai.”
Rasulullah SAW lalu berkata, “Kalau begitu kasihan orang-orang yang punya keperluan dan orang-orang lemah yang memerlukan perhatianmu. Sekarang aku akan ajarkan kepadamu shalawat yang apabila kamu baca sekali saja, maka nilai pahalanya sama dengan bacaan 100.000 kali shalawat. Jadi kalau kamu baca tiga kali, pahalanya sama dengan 300.000 kali shalawat yang kamu baca.” Rasulullah SAW lalu membacakan lafazh shalawat yang kemudian dikenal dengan nama shalawat sulthon.

baca selengkapnya….

Sholawat Anti Maling

Sholawat Anti Maling

Sholawat ini dengan kehendak Allah apabila dibaca di rumah akan dihindarkan dari kebakaran, apabila disimpan di rumah akan dihindarkan dari pencurian. (Habib Muhammad bin Hadi)

Sholawat Awwalin

 

Sholawat Awwalin

Sholawat Awwalin

Sholawat Awwalin
Allâhumma sholli ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ â-li sayyidinâ muhammadin fil awwalîna wal â-khirîn, wa fil mala-il a’lâ ilâ yaumiddîn
Abul Hasan Al-Bakri, Abu ‘Umarah bin Zaid Al-Madini dan Muhammad bin Ishaq Al-Mathlabi meriwayatkan, “Suatu hari ketika Rasulullah saw berada di masjid, tiba-tiba seorang lelaki bercadar datang menemui beliau.  Lelaki itu membuka cadar yang menutupi wajahnya dan berkata dengan fasih, ‘Salam sejahtera untukmu duhai manusia yang memiliki kemuliaan yang menjulang tinggi dan tak tertandingi.’  Nabi saw kemudian mendudukkan lelaki tersebut diantara beliau dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.  Abu Bakar memandangi lelaki tersebut kemudian berkata kepada Rasulullah saw, ‘Duhai Rasulullah, mengapa engkau meletakkannya di antara aku dan engkau sedangkan aku mengetahui bahwa di muka bumi ini tidak ada seseorang yang engkau cintai melebihi diriku?’
Rasulullah saw kemudian bersabda, “Duhai Abu Bakar, Jibril memberitahuku bahwa lelaki ini suka bershalawat kepadaku dengan sebuah shalawat yang belum pernah dibaca oleh siapapun sebelumnya.”
Sayyidina Abu Bakarpun lantas berkata, “Duhai Rasulullah ajarkanlah kepadaku shalawat yang ia baca agar aku dapat bershalawat kepadamu dengannya.’
Rasulullah saw kemudian menyebutkan shalawat awwalîn di atas.
Abu Bakar kemudian bertanya, “Duhai Rasulullah, apakah balasan yang akan diperoleh seseorang yang membaca shalawat ini?”
Rasulullah saw menjawab, “Duhai Abu Bakar, engkau telah menanyakan sesuatu yang aku tidak mampu menghitungnya.  Seandainya lautan menjadi tinta, pepohonan menjadi pena dan para malaikat menjadi juru tulis.  Maka lautan akan kering, pepohonan akan habis sedangkan para malaikat belum selesai mencatat pahala shalawat ini.”  Hadis ini diriwayatkan oleh Abul Faraj dalam bukunya Al-Muthrib.

Sholawat Idriisiyyah

Sholawat idriisiyyah


KUPERSEMBAHKAN UNTUK PENGGEMAR SHOLAWAT SEJATI
Sayyidina Al-‘Arifbillah, guru kita Habib Abubakar bin Abdullah Al-’Atthas memperoleh shalawat ini berikut ijazahnya dari Sayyidina Ahmad bin Idris secara langsung.  Beliau lalu menuliskan shalawat ini dan menyimpannya di dalam tas pakaian.  Sewaktu berlayar di laut, seorang darwisy ahli sirr batin (ahlis sirr al-bâthin) dan ahli kasyf melihat cahaya keluar dari tas Habib Abubakar hingga ke langit.  Ia lalu memberitahukan atas apa yang dilihatnya kepada Habib Abubakar.  Habib Abubakar berkata kepadanya, “Tasku ini hanya berisi pakaian dan shalawat.”  Habib Abubakar lalu menunjukkan shalawat itu kepada sang darwisy. Dan menurut si darwisy, cahaya itu keluar dari kertas sholawat tsb.

Read More

Rindu Sayyidina Muhammad saw

sholawatBershalawat Allah kepada (Nabi) Muhammad Bershalawat Allah padanya dan memberi salam sejahtera (3x)

Wahai Nabi salam sejahtera bagimu, Wahai Rasul salam sejahtera bagimu. Wahai Kekasih salam sejahtera bagimu, Shalawat Allah bagimu.

Telah tiba dengan kehendak Allah sang penberi syafa’at, Yang memiliki derajat yang dimuliakan. Maka limpahan cahaya memenuhi segala penjuru, Meliputi seluruh alam semesta.

Maka berjatuhanlah patung-patung berhala di ka’bah, Dan tumbanglah sendi-sendi kemusyrikan. Maka dekatlah saat-saat petunjuk, Dan benteng kekafiranpun berguncang.

Salam sejahteralah atas kedatanganmu, Wahai sang pemilik derajat yang mulia. Wahai Imam dan pemimpin para Rasul, Yang dengannya bencana-bencana terhapuskan.

baca selengkapnya….