Mengapa harus Bermazhab Empat dalam bidang Fiqih?

​:: Mengapa Bermazhab yang Empat Dalam Fikih? ::
Mengikuti Mazhab Fikih yang empat adalah pilar utama persatuan dan kestabilan sosial umat Islam, dengan beragam budayanya, dari ujung Moritania hingga Indonesia. Hal ini terbukti dalam sejarah panjang umat Islam. 

Benar..! Umat Islam sangat menghormati mazhab-mazhab fikih yang empat dan mengikutinya dalam setiap detail kehidupan, karena mengikutinya mendatangkan kebaikan yang sangat besar, dan meninggalkannya mendatangkan kerusakan yang besar. Hal ini karena dua sebab yang akan kami jelaskan: 
Pertama: Umat Islam sepakat untuk berpegang teguh pada ulama salaf (pendahulu) untuk mengetahui syariat. Para tābiīn berpegang teguh pada para sahabat. Tābi’ tābiīn pada para tābiīn. Begitu seterusnya, setiap generasi berpegang teguh pada generasi sebelumnya. 
Sistem ini sangat logis, karena Syariat Islam hanya bisa diketahui dengan Naql (riwayat) dan Istinbāth (memahami hukum dari dalil). Tidak mungkin ada Naql tanpa riwayat antar generasi. Dan tidak mungkin ada istinbāth tanpa mengetahui pendapat ulama atau mazhab terdahulu, agar mendapat inspirasi atau mengembangkan hasil ijtihad mereka, serta tidak keluar dari ijmā’.
Sesungguhnya semua ilmu, seperti Shorof, Nahw, Kedokteran, Sastra, juga keahlian apapun, tidak akan mungkin didapat dengan mudah kecuali dengan selalu belajar langsung kepada para ahlinya. Biasanya, seseorang tidak mungkin menjadi ahli apapun jika ia tidak menimba pengalaman langsung dari ahlinya dalam waktu yang cukup.  
Jika kita sepakat bahwa kita harus berpegang pada ilmu ulama salaf, maka kita harus memastikan bahwa ilmu atau pendapat mereka haruslah diriwayatkan dengan riwayat terpercaya, atau tertulis di kitab-kitab mereka yang masyhur dan telah mendapat perhatian serta pengabdian ilmiah yang besar oleh ulama setelah mereka. Pengabdian ilmiah pada kitab-kitab ini banyak macamnya, seperti dengan menjelaskan, memilih pendapat yang kuat, mengkhususkan hal yang disebut secara umum, menspesifikasi yang masih abstrak. Tanpa perhatian ilmiah ini kita tidak boleh berpegang pada kitab ulama salaf.  Ya, realitanya tidak ada satupun mazhab pada zaman-zaman ini yang pasti memiliki karekteristik ini kecuali mazhab-mazhab fikih yang empat. 
Kedua: Sesungguhnya mengikuti mazhab-mazhab fikih yang empat ini adalah mengikuti al-Sawād al-A’dzam (Mayoritas Umat Islam) yang merupakan wasiat Nabi Saw. karena Rasulullah Saw bersabda kepada seorang sahabat yang bertanya tentang apa yang harus ia lakukan saat banyak fitnah: “Hendaklah kamu terus mengikuti al-Sawād al-A’dzam”. 

Karena ini semua, umat Islam sangat peduli kepada mazhab-mazhab yang empat ini. Mereka mengikutinya, mempelajarinya, mengajarkannya, berfatwa dengannya, dijadikan sebagai metode belajar fikih dan jalan yang terang dalam menjalankan ibadah, mu’amalat, dan dalam menentukan segala hukum agama dan kehidupan dunia ini. Hal inilah yang menyatukan umat Islam.
• Maulana Syaikh Ali Jum’ah

(Mausû’atu al-Tasyrî’ al-Islâmy, hal: 520-521)

Advertisements

​Mengaji dari tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan

Manuskrip tulisan tangan syaikhona kholil

​Mengaji dari tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan

Tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan yg manuskripnya tersimpan di Ponpes Langitan Tuban :

إِنَّا لَنَفْرَحُ بِالْأَيَّامِ نَقْطَعُهَا * فَكُلُّ يَوْمٍ مَضَى نَقْصٌ مِنَ الْأَجَلِ

فَاعْمَلْ لِنَفْسِكَ قَبْلَ الْمَوْتِ مُجْتَهِدًا * فَإِنَّمَا الرِّبْحُ وَالْخُسْرَانُ فِيْ الْعَمَلِ

_______
فَائِدَةٌ

ذِكْرُ الْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رَحْمَةُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ لَمَّا رَحَلَ مِنْ بَغْدَادَ إِلَى مِصْرَ، وَأَتَى إِلَى بَعْضِ قُرَاهَا بِمَكَانٍ، فَدَخَلَ فِيْهِ وَجَلَسَ عَلَى تُرَابٍ مِنْ غَيْرِ فِرَاشٍ، وَأَتَى بَعْدَهُ رَجُلٌ نَصْرَانِيٌّ كَاتِبُ الدَّوْلَةِ، فَدَخَلَ دَارًا فَقَامُوْا إِلَيْهِ وَأَكْرَمُوْهُ وَفُرِّسَ لَهُ الْحَرِيْرُ وَاَخَرُ بَيْنَ يَدَيْهِ لَذِيْذَ الْمَآكِلِ وَالْمَشَارِبِ وَأَنْوَاعَ الطِّيْبِ، فَلَمَّا رَأَى الْإِمَامُ ذَلِكَ أَنْشَدَ يَقُوْلُ بَيْتَيْنِ مِنْ بَحْرِ الْوَافِرِ:
تَبِيْتُ الْأُسْدُ فِي الْغَابَاتِ جُوْعًا * وَلَحْمُ الضَّأْنِ تَأْكُلُهُ الْكِلاب

وَخِنْزِيْرٌ يَنَامُ عَلَى حَرِيْرِ * وَأَهْلُ الْعِلْمِ مَفْرَشُهَا التُّرَابُ
فَلَمَّا سَمِعَ نَصْرَانِيٌّ قَوْلَ الْإِمَامِ أَتَى إِلَيْهِ، وَقَبَّلَ يَدَيْهِ وَقَدَمَيْهِ، وَأَسْلَمَ عَلَى يَدَيْهِ، وَأَعْطَاهُ جَمِيْعَ مَالِهِ، وَلَزِمَ خَدْمَهُ بِمَا سَبَقَتْ لَهُ السَّعَادَةُ وَسَامَتْهُ الْخَاتِمَةُ بِحُسْنِهَا مِمَّا أَكْرَمَ اللهُ بِهِ بِبَرَكَةِ الْإِمَامِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ.

كتبه الفقير محمد خليل بن عبد اللطيف

baca selengkapnya….

Ulama tak harus bergelar Imam Besar

Ulama’ dan Umaro

ULAMA’ HAQIQI Tak harus BERGELAR IMAM BESAR.

Ingat : SALAH PILIH ULAMA’ : ANDA AKAN SESAT

.Golongan Habib di Indonesia tak cuma satu. tapi banyak. Ada habib Luthfi, Habib Syekh, dan masih banyak lainya, maka kita bebas memilih sebagai panutan tanpa perlu menyebutnya dg imam besar.
Kiyai di Indonesia juga banyak, maka kita bisa pilih pesantren yang kita yakini bagus.
Ulama’ panutan tak harus yang bersorban, tak harus yang terlihat seakan-akan paling islamis dan agamis, namun justru mengajak dlm dakwahnya menentang pemerintah.

baca selengkapnya..

Matahari Telah Pulang

gusdurOleh KH. Husain muhammad
Langit Desember Yang Murung
Jam 19.00, satu hari menjelang tahun 2009 berganti, HP berdering mengganggu makan malam gratis saya di rumah makan “Jepun”, milik N, sahabat saya. Jay, wartawan Koran Sindo mengkonfimasi kabar mengejutkan. “Bagaimana Gus Dur, aku dengar beliau wafat”, katanya tegang. Dengan dada berdegup, saya segera menghubungi A.W. Maryanto, teman yang selalu mendampingi Gus Dur di Rumah Sakit. Jawabannya tak meyakinkan. Katanya : “Aku baru saja istirahat dan sekarang sedang makan. Jam 17.00 tadi, 18 orang dokter khusus telah memeriksa kesehatan Bapak dan beliau sudah baik”. Tetapi saya penasaran. Yenni, putri kedua Gus Dur, saya kontak. “Bapak meninggal, mbak Yenni di dalam”, suara Innayah, putri bungsunya, lirih bergetar, tersekat. Dan saya terkulai lemas. Langit 30 Desember 2009 tiba-tiba menjadi muram, murung. Saya segera sms Ibu Shinta, isteri tercinta Gus Dur : “Ibu, saya sangat menyesal tidak berada di samping bapak, seperti sebelumnya, mohon maaf”. Ya seperti sebelumnya ketika Gus Dur beberapa kali berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, saya menjenguknya sekaligus mendo’akan kesembuhannya dengan segera. Dan saya merasa mendapat kehormatan, ketika beliau meminta saya berdo’a bagi kesehatannya. Dengan tetap berbaring di tempatnya, di didampingi ibu Nur, isterinya yang setia dan orang-orang yang hadir, Gus Dur dan mereka mengamininya.

baca selengkapnya disini….

hafalan Alquran Gusdur

nasehat gusdurBismillahirahmanirahim

Suatu ketika KH. Zainal Arifin, pengasuh PP. Al Arifiyyah Medono Kota Pekalongan ,diminta tolong oleh panitia untuk menjemput Al-Maghfurlah KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur untuk mengisi sebuah acara akbar di Kota Pekalongan.

Waktu itu panitia minta didampingi Kiai Zainal untuk menjemput Gus Dur yang sedang mengisi acara pengajian di Semarang Jateng. Seusai acara dan ramah-tamah dengan para tamu, Gus Dur memutuskan untuk ikut rombongan Kiai Zainal dan Panitia ke Pekalongan.

Waktu itu kurang lebih pukul 1 atau 2 dinihari. Kiai Zainal dan Panitia, setelah berbincang secukupnya dengan Gus Dur, tahu diri mempersilahkan Gus Dur untuk Istirahat di mobil yang melaju dengan tenang. Maklum, jalur pantura pada jam segitu juga sudah lengang.

baca selengkapnya….

selamat jalan Sheikh Mohammad Said Ramadhan Al Buti

Sheikh Mohammad Said Ramadan Al Butibismillahirahmanirahim

menangislah wahai sahabatku, atas wafatnya para ulama, menangislah atas dicabutnya salah satu sumber ilmu didunia, menangislah atas meninggalnya ulama,orang yg paling takut kepada Allah, menangislah untuk dirimu sendiri yg tak bisa menangis, menangislah untuk melembutkan kekakuan hatimu. menangislah…..

menangislah agar engkau mengerti mengerti dan mengerti… kemudian memahami…..

menangislah atas wafatnya para ulama BACA LINK ITU, semoga engkau bisa mengerti.

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI`UN 3X

Telah berpulang ke Rahmatullah ulama dunia AL `ALIM AL `ALLAMAH ASY SYAIKH SAID RAMADHAN AL BUTHI rahimahullahuta ­`ala tepat saat beliau mengisi Ta`lim di Masjid Al Iman di Kota Damaskus, Suriah, ba`da maghrib Kamis, 21 Maret 2013
Almarhum wafat karena serangan bom bunuh diri yg dilakukan oleh kelompok tukang bom yg sangat membenci kaum Sunni di Suriah. Dalam serangan itu 42 orang meninggal dan 84 lainnya luka-luka.

Al-Habib Ali-Al-Jufri mengatakan telah berbicara melalui telepon dengan Syeikh Al Buthi dua minggu lalu dan kalam terakhir yang beliau katakan kepadanya adalah “Hanya tinggal beberapa hari lagi hidup saya dan saya akan menghirup harum bau surga. Janganlah lupakan saudaramu dalam do’a-doa Anda”.

Pada beberapa hari sebelum kewafatannya, beliau berkata “Setiap apa yang berlaku padaku atau yang menuduhku daripada ijtihadku, maka aku harap ia tidak terlepas dari ganjaran ijtihad” (yang betul mendapat dua ganjaran dan yang tidak mendapat satu ganjaran).

اللهم اغفر لهم وارحمهم وعافهم واعف عنهم
اللهم ارض عنه واحشره في زمرة أوليائك من الشهداء و العلماء والصالحين مع حبيبك الكريم سيد المرسلين سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم في جنتك النعيم
اللهم ثيت آثاره وأعد علينا بعلومه وبركاته في الدين والدنيا والآخرة
اللهم انصر الإسلام والمسلمين بحقه
اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنان ولاتجعل قبره حفرة من حفار النيران

له الفاتحة

beberapa karya agung beliau diantaranya :

1. Muhadhorot Fil Fiqhil Muqharin Ma’a Muqaddimati Fi Bayani Asbabi Ikhtilafi al-Fuqaha’ Wa Ahammiyyati Dirasatil Fiqhil Muqarin (Problematika Dalam Fiqh Muqarin, Sebab Terjadinya Perbedaan Fuqaha’, Dan Pentingnya Mempelajari Fiqh Muqarin) محاضرات في الفقه المقارن مع مقدمه في بيان اسباب اختلاف الفقهاء و اهميه دراسه الفقه المقارن
2. Al-Islam Maladz Kulli Mujtama’at Insaniyyah; Limadza Wa Kaifa? (Islam Tempat Berlindung Seluruh Masyarakat Sosial; Mengapa dan Bagaimana?) محاضرات في الفقه المقارن مع مقدمه في بيان اسباب اختلاف الفقهاء و اهميه دراسه الفقه المقارن

baca berita duka selengkapnya…