ya Rasulullahbismillahirahmanirahim

memperingati maulid nabi muhammad saw.

sahabatku semua yang dirahmati Allah, kamis 24 januari 2013, hari yang istimewa entah mengapa hari yang biasanya gelap diguyur hujan, hari ini terang benderang, birunya langit diselimuti awan-awan putih terlihat anggun berjejer rapi, apakah langit hari ini menyambut hari lahirnya manusia paling mulia, Rosulullah muhammad saw… ?

bisa jadi, karena Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab : 56)

Allah dan para malaikatnya saja bersholawat, memulyakan nabi saw, apalagi dengan Alam raya, kenapa umatnya malah malas bersholawat ? malah ada sebagian yang mengatakan “merayakan MAULID itu  bid’ah SESAT, astagfirullah…

Rasulullah SAW adalah contoh pribadi yang agung, pribadi yang mulia. Beliau diutus sebagai rahmatan lil’alamin, rahmat bagi semesta alam. Beliau adalah penutup para Nabi dan contoh bagi semua manusia.

sahabatku yang baik hatinya dalam buku 100 tokoh orang paling berpengaruh didunia karya ( Michael H. Hart) dia memberikan sedikit opini tentang nabi kita

NABI MUHAMMAD (570 M – 632 M)

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar 100 Tokoh Paling berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar

sahabatku yang dirahamti Allah, apakah engkau tahu arti dari kata MUHAMMAD ?

kenapa Allah memberkahi dengan nama muhammad ?

adakah yang mau jawab ?

bacalah jawaban dari pertanyaan diatas Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair (pondok pesantren al anwar )

Ketika Rasuulluh Saw belum dilahirkan, nabi-nabi terdahulu, mulai Nabi Adam sampai Nabi Isa telah memberi kabar kepada umatnya akan datangnya nabi akhir zaman dengan ciri-ciri yang tertentu. Yaitu, dilahirkan di kota Makkah, hijrah di kota Madinah dan wafatnya juga di kota Madinah, dan kekuasaannya membentang sampai di kota Syam. Nama Rasulullah Saw kalau di Kitab Injil adalah Ahmad. Allah berfirman, “Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QR. As-Shaf : 6)

Perlu diketahui, bahwa nama yang dikemukam oleh Nabi Isa tadi, itu bukan sekedar nama. Akan tetapi merupakan pemberian dari Allah Swt yang tentunya ada makna yang terkandung. Di dalam nama Ahmad jika ditulis dengan huruf Arab tanpa dipisah-pisah ada filsuf tentang adanya gerakan salat. Huruf alif (ا) menunjukan simbol tentang orang yang berdiri. Huruf ha (ح) menggambarkan tentang orang yang sedang rukuk. Huruf mim (م) menggambarkan tentang orang yang sedang sujud. Huruf dal (د) menunjukan gambaran orang yang sedang duduk tahiyat salat.

Selain makna tersebut, ada juga makna yang tersembunyi di balik nama Ahmad. Yaitu, secara Gramatika Arab, kata Ahmad itu termasuk sighat mubalaghah (bentuk yang mempunyai arti banyak) dari kata Hamdu (memuji). Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa Nabi Ahmad, nama dari Nabi Muhammad Saw mempunyai arti orang yang paling banyak memuji Allah.

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Aku adalah Ahmad tanpa mim (م).” Ahmad tanpa mim (م) akan mempunyai arti Ahad (Esa), yang merupakan sifat Allah yang sangat unik. Mim (م) yang merupakan simbol personafikasi dan manifestasi Allah dalam diri Nabi Muhammad Saw pada hakikatnya adalah bayangan Ahad yang ada di alam semesta. Mim adalah wasilah antara makhluk dengan Khaliqnya. Mim adalah jembatan yang menghubungkan para kekasih Allah dengan sang kekasihnya yang mutlak. Dengan kata lain, Nabi Muhammad Saw merupakan mediator antara makhluk dengan Allah Swt.

Menurut Iqbal, “Muhammad benar-benar berfungsi “mim” yang “membumikan” Allah dalam kehidupan manusia. Dialah “Zahir”nya Allah; dialah Syafi’ (yang memberikan syafaat, pertolongan dan rekomendasi) antara makhluk dengan Tuhannya. Ketika anda ingin merasakan kehadiran Allah dalam diri anda, hadirkan Muhammad. Ketika anda ingin disapa oleh Allah, sapalah Muhammad. Ketika anda ingin dicintai Allah, cintailah Muhammad. Qul inkuntum tuhibbunallah fat tabi’uni yuhbibkumullah, “Apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Muhammad) kelak Allah akan cinta kepada kalian.” Kepada orang seperti inilah kita diwajibkan cinta, berkorban dan bermohon untuk selalu bersamanya, di dunia dan akhirat. Sebab seperti kata Nabi, “Setiap orang akan senantiasa bersama orang yang dicintainya.”

Selain nama Ahmad, Rasulullah Saw juga mempunyai nama Muhammad. Nama ini pemberian dari kakeknya, Abdul Muthalib. Nama ini diilhami atas harapan besar Abdul Muthalib agar kelak cucunya ini dipuji oleh makhluk seantero dunia karena sifatnya yang terpuji. Adapun nama tersebut kalau ditinjau secara Gramatika Arab berstatus sebagai Isim Maful (obyek) dari asal kata Hammada. Menurut kiai Maksum bin Ali dalam kitab Amsilatut Tasrifiyah menyebutkan bahwa penambahan tasdid mempunyai faidah Taksir (banyak). Jadi, artinya adalah orang yang banyak dipuji. Sebab semua makhluk di dunia ini memuji Rasulullah Saw dengan membaca shalawat untuknya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab :56).

Yang heboh lagi, dari nama Muhammad, di situ ada filsup yang terkandung. Yaitu, jika kita mau mengangan-angan kerangka huruf Muhammad apabila ditulis dengan hurup Arab ternyata menunjukan kerangka manusia. Sebab, mim (م) yang bundar dari kata Muhammad (محمد) itu menunjukan kepala manusia, karena kepala manusia itu bundar. Huruf ha (ح) kalau kita dobelkan menjadi dua akan menunjukan dua tangan manusia. Huruf mim (م) yang kedua menunjukan tentang perut manusia. Huruf dal (د) menunjukan kedua kaki manusia.

Selain itu, ada juga makna-makna yang tersembunyi lagi. Yaitu, huruf mim menunjukan kata Minnah yang berarti anugerah. Sebab, Allah memberi anugerah kepada Rasulullah Saw dengan anugerah yang sangat luar biasa melebihi apa yang telah diberikan kepada yang lainnya. Huruf ha menunjukan kata Hubbun (cinta). Sebab, Allah mencintai Nabi Muhammad Saw dan umatnya melebihi cintanya kepada nabi-nabi yang lain beserta umatnya. Huruf mim yang kedua menunjukan kata Maghfirah yang berarti ampunan. Sebab, Allah mengampuni segala dosa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw, baik yang sudah lampau atau yang akan datang. Nabi Muhammad Saw adalah nabi yang maksum (terjaga dari melakukan dosa). Adapun jika disandarkan untuk umatnya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa umat Nabi Muhammad Saw jikalau mereka mau bertaubat. Tidak seperti umat-umat terdahulu yang apabila melakukan dosa langsung mendapat siksa dan teguran dari Allah. Huruf dal menunjukan kata Dawaamuddin. Artinya, abadinya agama Islam. Sebab, agama Islam akan tetap ada sampai akhir zaman. Apabila agama Islam sudah lenyap karena ditinggal oleh manusia, maka tunggulah kehancuran dunia ini.

sahabatku yang dirahmati Allah,

Kalau mengamati nama Nabi Saw, maka sebenarnya akar katanya  terambil dari kata حَمَّدَ.kata itu disusun dengan 4 huruf yaitu, kha, mim(sukun), mim (fathah)dan dal .ketika menghitung nama Nabi dengan Muhammad Saw terulang sampai 4 kali sungguh ini berarti tepat dengan jumlah huruf dari akar katanya. Tapi walaupun seperti itu Nabi juga disebutkan dalam Al-Qur’an dengan nama Ahmad dan itu terulang hanya satu kali. Tepatnya 4 di tambah 1 jumlahnya 5 itu juga berarti sesuai dengan jumlah huruf nama beliau ketika ditulis dengan bahasa Arab yakni محمد , mim (dommah), kha (fathah), mim (sukun), mim(fathah) dan dal (sukun).

Nama Muhammad dalam Al-Qur’an dapat kita temui dalam 4 ayat sebagai berikut

  1. Q.s. Ali imron ayat 144,
  2. Q.S. Al-Ahzab ayat 40
  3. Q.S. Muhammad ayat 2
  4. Q.S. Al-Fath ayat 29

Dan nama sebutan Ahmad untuk Nabi Saw dapat di baca dalam surat As-Shaf ayat 6  yang artinya :  dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).”

Baik kata Ahmad atau Muhammad sebenarnya artinya sama yaitu yang dipuji atau terpuji. Terpujinya Rasulullah Saw dalam Al-Qur’an sangat kentara di saat kita melihat ayat-ayat yang mencantumkan panggilan Allah Swt kepada para Nabi-Nya.

Bisa di lihat dalam Surat Al-Baqarah ayat 35 ketika Allah Swt memanggil Nabi Adam AS : “ dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang zalim.” Bisa juga di lihat dalam dalam Surat Hud ayat 76 ketika Allah Swt memanggil Nabi Ibrahim As bapak para Nabi : “ Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, Sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan Sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak”. Kita bisa melihat bagaimana Allah Swt memanggil Nabi Musa As yang ada dalam Surat Al-Baqarah ayat 55 : “ dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum Kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya“. Apabila  masih penasaran coba buka lagi surat Ali Imron ayat 55 yang menerangkan bagaimana Allah Swt memanggil nama Nabi Isa : “(ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. Persis semua nama nabi yang tersebut dalam ayat-ayat di ketika di panggil langsung namanya.

Bagaimana ketika Allah Swt memanggil Nama Nabi Muhammad Saw ? , inilah yang membuat kita kagum, tidak satupun ayat yang mencantumkan panggilan Pimpinan kita itu menggunakan kedua namanya yakni Muhammad dan Ahmad, Tapi Allah Swt memanggilnya dengan kata “ Wahai Nabi , Wahai Rasul , Wahai Orang Berselimut” dan lain-lain. Secara kasad  mata , ini bukti bahwa beliau sangat dipuji dan di cintai oleh Allah Swt sebagaimana arti nama beliau terpuji dan atau dipuji.

Bahkan dalam Al-Qur’an Surat Annur Ayat 63 Allah Swt melarang siapapun dari sahabat-sahabat Nabi Saw untuk memanggil beliau dengan menyebutkan namanya, sepertinya sangat tidak suka kalau kekasihnya itu di samakan panggilannya dengan yang lain. mari kita lihat terjemahan ayat itu : “ janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain).

begitu besarnya Allah memuliakan nabi kita muhammad SAW, lalu bagaimana dengan kita ?

sahabatku yang terhebat,

tahukah kamu banyak kejadian – kejadian luar biasa sebelum ia dilahirkan dibumi, tahukah kamu apa itu ?

sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Pertama, ibunya, Aminah, saat sedang mengandung Nabi, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil lainnya.

Kehamilannya disadari melalui berita yang dibawa oleh malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahwa beliau telah mengandung seorang Nabi dan Junjungan seluruh umat manusia.

Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya yang terputus dan berpindahnya cahaya dari wajah Abdullah–suami beliau atau ayah Nabi–ke wajah beliau.

Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu surga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi.

Tanah-tanah di sekitar kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon menjadi rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membicarakannya.

Ketiga, tentara bergajah yang disebut di dalam Alqur’an surat Alfil, datang menyerang kota Mekkah. Pimpinan tentara tersebut menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi.

Saat mereka hampir sampai ke kota Mekkah, gajah-gajah itu berhenti dan berbalik mundur dengan izin Allah.

Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam Alqur’an. Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam buku-buku sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menengadahkan tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa.

Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata, “Kabar bahagia untuk Saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.”

Semasa kelahiran Nabi Muhammad saw, Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Ini merupakan satu isyarat bahwa Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya dari Nabi Isa dan Musa.

Hal ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahwa akan datang seorang nabi pada akhir zaman.

Semasa beliau Nabi dilahirkan, ibunya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh beliau. Cahaya tersebut bersinar sampai ke Istana Busra di Syria.

Cahaya itu terlihat seolah-olah anak panah dan pelangi yang dapat terlihat dari kota-kota yang jauh.

Ada juga yang berpendapat bahwa cahaya itu menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahwa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah saat beliau Nabi dilahirkan.

Aminah sendiri melihat beliau Nabi berbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa.

Kemudian Aminah melihat awan turun menyelimuti beliau dan pula mendengar sebuah seruan, “Bimbinglah ia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu, dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik.”

Sesudah itu awan tersebut lenyap dari pandangan Aminah. Setengah riwayat menyatakan Nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya dari semua makhluk.

Dikatakan juga pada malam kelahiran beliau, berhala-berhala yang terdapat di Ka’bah mengalami kehancuran.

Menurut riwayat dari Abdul Mutalib, “Ketika aku sedang berada di Ka’bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Ka’bah berkata, ‘Telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku dari berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan kepada Yang Mahamengetahui.'”

Selain peristiwa-peristiwa tersebut, di tempat yang lain terjadi pula peristiwa yang menakjubkan. Satu goncangan terjadi di istana Kisra dan menyebabkan istana tersebut retak, manakala empat belas tiang penyangganya runtuh. Hal ini merupakan satu di antara tanda-tanda keruntuhan kerajaan tersebut.

Juga, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran Nabi, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah.

Setelah beliau lahir, tembakan bintang menjadi sering sebagai tanda bahwa pengetahuan iblis dan jin tentang perkara ghaib sudah tamat.

Dalam riwayat yang sahih dan masyhur, ketika beliau Nabi diasuh oleh ibu susunya yaitu Halimatus Sa’diyah, ladang-ladang Halimah kembali menghijau setelah mengalami kemarau.

Begitu juga binatang-binatang ternaknya seperti kambing mengeluarkan susu yang banyak. Selain itu, Nabi tidak pernah diganggu walaupun oleh seekor lalat termasuk juga pakaian beliau.

Halimah dan suaminya juga beberapa kali melihat gumpalan awan kecil di atas kepala Nabi melindungi beliau dari panas matahari.

Ketika berusia empat tahun, saat beliau sedang bermain-main dengan saudara susuannya, tiba-tiba datang dua malaikat mendekati beliau yaitu malaikat Jibril dan Mika’il.

Kedua malaikat itu lalu membelah dada beliau dan mengeluarkan segumpal darah dan mencuci gumpalan darah itu dengan salju. Ada yang meriwayatkan bahwa gumpalan darah itu dicuci di dalam bejana emas dengan air zam-zam, lalu diletakkan kembali di tempatnya semula.

subhanaAllah, sungguh makhluk Allah yang paling mulia, allahumma shalli alaa muhammad…!!

sahabatku yang dirahmati Allah, ada sebuah kisah yang begitu menarik

Ketika Rasulullah meninggal dan Abu Bakar RA menggantikan posisi Rasulullah sebagai pemimpin umat Islam, Abu Bakar RA pernah berkata pada anaknya Aisyah istri baginda Nabi, “wahai anakku apakah ayahmu ini sudah melakukan apa yang pernah dilakukan Rasulullah?

”Wahai ayah, engkau adalah orang yang ahli sunnah, apa yang biasa Rasulullah lakukan sudah ayah kerjakan, hanya ada satu kebiasaan atau sesuatu yang rutin Rasulullah lakukan yang belum engkau kerjakan, yaitu memberi makanan pada seorang pengemis yang berada di sudut sebuah pasar kota Madinah,” kata Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya.

Abu Bakar RA. Semakin penasaran dengan si pengemis, kemudian Abu Bakar menyempatkan mendatangi si pengemis keesokan harinya, dan beliau mendapati si pengemis adalah seorang kakek tua dan buta. Abu bakar terperangah ketika beliau mendengarkan perkataan si pengemis,”Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.

Abu Bakar RA mendekati si pengemis dan memberikan makanan pada si pengemis, si pengemis berkata, ”Siapa engkau”. Lalu Abu bakar RA menjawab, ”Aku orang yang biasa memberi makanan padamu, si pengemis dengan nada keras menjawab, “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu dengan ketus, “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu: “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.

Seketika itu juga kaget pengemis itu. Ia pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar, dan kemudian berkata: “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia justru selalu mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia”.

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu ia menjadi seorang Muslim.

sahabatku yang baik hatinya

Jiwa Rasulullah SAW merangkumi banyak akhlak mulia, seperti sifat malu, mulia, berani, menetapi janji, ringan tangan, cerdas, ramah, sabar, memuliakan anak yatim, berperangai baik, jujur, pandai menjaga diri, senang menyucikan diri, dan berjiwa bersih.
Ibnu Qayyim menyatakan bahawa Nabi Muhammad SAW menggabungkan takwa kepada Allah dan sifat-sifat luhur. Takwa kepada Allah SWT dapat memperbaiki hubungan antara seorang hamba dan Tuhannya, sedangkan akhlak mulia dapat memperbaiki hubungannya dengan sesama makhluk Allah SWT. Jadi, takwa kepada Allah SWT akan melahirkan cinta seseorang kepada-Nya dan akhlak mulia dapat menarik cinta manusia kepadanya.
Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA mengenai akhlak Rasulullah SAW. Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran.” (HR Muslim).
Sungguh, jawaban Aisyah ini singkat, namun penuh makna. Aisyah menyifatkan Rasulullah SAW dengan satu sifat yang boleh mewakili seluruh sifat yang ada. Memang tepat, akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran.
Anas RA berkata, “Sungguh, Rasulullah SAW benar-benar manusia dengan akhlak yang paling mulia. (HR Bukhari-Muslim).
Suatu ketika Rasulullah SAW berjalan di Kota Makkah. Beliau melihat seorang wanita tua menunggu seseorang yang bisa dimintai tolong membawakan barangnya. Benar saja, begitu Rasulullah lewat di depannya, ia memanggil, “Ya ahlal Arab! Tolong bawakan barang ini, nanti akan kubayar.”Rasulullah SAW sengaja lewat di hadapan nenek itu karena bermaksud hendak menolongnya. Maka, ketika Rasulullah menghampirinya, beliau segera mengangkat barang-barang itu seraya berkata, “Aku akan mengangkatkan barangmu tanpa bayaran.”Nenek tua itu amat senang mendengar perkataan tersebut karena selama ini amat jarang orang membantunya tanpa pamrih. Biasanya, walaupun tidak meminta, tetapi jika dia memberi bayaran, orang dengan senang hati akan menerimanya. Dia pandangi wajah Muhammad yang bersih dan teduh. Dia yakin anak muda yang menolongnya kini adalah seorang pemuda yang berbudi luhur.Di tengah perjalanan wanita itu menasihati Rasul. “Kabarnya di Kota Makkah ini ada seorang yang mengaku nabi, namanya Muhammad. Hati-hatilah engkau dengan orang itu. Jangan sampai engkau teperdaya dan memercayainya.”Nenek tua itu sama sekali tidak tahu bahwa pemuda yang menolongnya dan kini bersamanya adalah Muhammad, sang nabi.Maka, Rasul SAW berkata kepadanya, “Aku ini Muhammad…”Nenek tua itu terperangah mengetahui pemuda yang menolongnya ada lah Muhammad yang diceritakannya. Maka, pada saat itu juga nenek itu langsung meminta maaf dan bersyahadat. Ia pun kemudian memuji akhlak Rasul. “Sungguh engkau memiliki akhlak yang luhur.”

Di antara sikap dan sifat Rasulullah SAW adalah: yang harus kita teladani,

  • Paling penyabar
  • Tidak sombong
  • Tawaduk dan Tenang
  • Tidak terganggu dengan urusan dunia
  • Paling berani, paling adil dan paling menjaga diri.
  • Sangat pemalu – tidak tetap pandangannya pada muka seseorang
  • Mengasihi umat dan menyayangi ahli bait (keluarga) dan sahabatnya.
  • Suka menunaikan pelawaan/undangan hamba sahaya dan orang merdeka
  • Tangan Baginda tidak pernah menyetuh wanita yang bukan hambanya atau muhrimnya.
  • Baginda adalah manusia yang pemurah, suka bersedekah apa yang ada pada dirinya.
  • Makanannya hanyalah tamar dan syair, selebihnya adalah untuk jalan fiisabilillah
  • Menampal sandalnya, kainnya dan mengurus kepentingan keluarganya.
  • Lebih mengutamakan orang lain daripada diri baginda sendiri.
  • Tidak pernah meminta pertolongan orang-orang musrik
  • Menerima hadiah walaupun seteguk air/sepaha arnab
  • Baginda akan membalas hadiah yang diterima.
  • Baginda tidak memakan harta sedekah.
  • Makan tanpa bersandar dan tanpa meja
  • Baginda akan berhenti makan sebelum kenyang
  • Paling beradab ketika makan dan menghadap hidangan
  • Suka berpuasa, mengikat batu pada perutnya apabila lapar
  • Saputangannya adalah kedua telapak kakinya.
  • Bercincin perak di jari manis kanan dan kiri
  • Menyukai kebersihan dan bau-bauan
  • Menyukai jubah bulu/syamlah
  • Berkenderaan kaldai dan unta
  • Mengunjungi orang susah dan sakit
  • Memuliakan orang-orang berakhlak
  • Pembela golongan lemah dan wanita
  • Memuliakan tetamu dan jiran tetangga
  • Suka menasihati dan member tunjuk ajar
  • Berbuat baik dengan golongan bangsawan
  • Tidak takut kepada raja kerana kerajaannya
  • Duduk dan makan bersama orang-orang miskin
  • Tidak berdendam, Tidak memutuskan silaturrahim
  • Tidak memukul kecuali bertujuan di atas jalan Allah SWT
  • Bergurau/tersenyum dan tidak mengatakan kecuali yang benar.
  • Memarahi dan melaksanakan kewajipannya atas dasar kebenaran
  • Tidak pernah mencaci, memaki hamun, mengutuk dan menganiaya
  • Menghindari memfitnah, mengumpat, hasad dengki dan tamak haloba.
  • Baginda ummi dan hafiz/paling fasih/merdu bacaan Al-Qur’an/Lughah Arab
  • Paling kuat ibadatnya, paling berilmu/arif, paling banyak taubat dan syukurnya dll.
  • Berkinayah/berdiam diri dengan nampak tanda tidak menggemari perkara yang tidak disukainya (makruh contohnya)
  • Dan banyak lagi.

keistimewaan beliau baginda Rasul SAW

• Beliau makhluk Allah paling fashih.
• Untaian katanya paling indah, simpel tapi penuh arti dan tepat sasaran,
• Paling sabar dalam hal-hal yang menuntut kesabaran
• Paling tepat waktu dalam berbagai pertemuan
• Paling tepat pada janji dan tanggung jawab
• Paling banyak menanggung kebaikan dalam ganda besar
• Paling tawadlu’
• Paling banyak mendahulukan orang lain atas dirinya
• Paling gigih membela dan melidungi sahabatnya
• Paling tepat melakukan apa yang diperintahkan kepadanya
• Paling cepat meninggalkan apa yang dilarang
• Dan paling setia menyambung silaturrahim

Ali ra berkata : “Rasulullah SAW adalah:

Paling baik memiliki dada
Paling benar tutur katanya
Paling lembut punya temperamen
Paling mulia punya pergaulan
Dalam sepintas beliau dilihat menakutkan
Dan siapapun yang bergaul dengan arif ia mencintainya
Yang memperhatikan akan berkata: Belum pemah aku melihat sebelum ini atau setelah ini orang seperti beliau SAW.”

sahabatku yang aku sayangi,

Dalam sebuah perjalanan, beliau memerintahkan untuk menyembelih seekor domba. Seseorang berkata, “Akulah yang akan menyembelihnya.” Yang lain berkata, “Akulah yang akan mengulitinya.” Yang lain berkata, “Akulah yang akan memasaknya.” Lalu beliau bersabda, “Akulah yang akan mengumpulkan kayu bakarnya.” Mereka berkata, “Kami akan mencukupkan bagi engkau.”

Beliau bersabda, “Aku sudah tahu kalian akan mencukupkan bagiku. Tetapi aku tidak suka berbeda dari kalian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai hamba-Nya yang berbeda di tengah-tengah rekan-rekannya. Setelah itu beliau bangkit lalu mengumpulkan kayu bakar.”

Kita beri kesempatan kepada Hindun bin Abu Halah untuk menggambarkan sifat-sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti tampak berduka, terus menerus berpikir, tidak punya waktu untuk istirahat, tidak berbicara jika tidak perlu, lebih banyak diam, memulai dan mengakhiri perkataan dengan seluruh bagian mulutnya dan tidak dengan ujung-ujungnya saja, berbicara dengan menggunakan kata-kata yang luas maknanya, terinci tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, dengan nada yang sedang-sedang, tidak terlalu keras dan tidak terlau pelan, mengagungkan nikmat sekalipun kecil, tidak mencela sesuatu, tidak pernah mencela rasa makanan dan tidak terlalu memujinya, tidak terpancing untuk cepat-cepat marah jika ada sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran, tidak marah untuk kepentingan dirinya, lapang dada, jika memberi isyarat beliau memberi isyarat dengan seluruh telapak tangannya, jika sedang kagum beliau dapat membalik kekagumannya, jika sedang marah beliau berpaling dan tampak semakin tua, jika sedang gembira beliau menundukkan pandangan matanya. Tawanya cukup dengan senyuman, yang senyumnya mirip dengan butir-butir salju.

Beliau menahan lidahnya kecuali untuk hal-hal yang dibutuhkan, mempersatukan para sahabat dan tidak memecah belah mereka, menghormati orang-orang yang memang dihormati di setiap kaum dan memberikan kekuasaan kepadanya atas kaumnya, memperingatkan manusia, bersikap waspada terhadap mereka, tanpa menyembunyikan kabar gembira yang memang harus diberitahukan kepada mereka.

Beliau mengawasi para sahabat, menanyakan apa yang terjadi di antara manusia, membaguskan yang bagus dan membenarkannya, memburukkan yang buruk dan melemahkannya, sederhana dan tidak macam-macam, tidak lalai karena takut jika mereka lalai dan bosan, setiap keadaan bagi beliau adalah normal, tidak kikir terhadap kebenaran, tidak berlebih-lebihan kepada orang lain, berbuat lemah lembut kepada orang yang paling baik. Orang yang paling baik di mata beliau adalah orang yang paling banyak nasihatnya, dan orang yang paling besar kedudukannya di mata beliau adalah orang yang paling baik perhatian dan pertolongannya.

Beliau tidak duduk dan tidak bangkit kecuali dengan dzikir, tidak membatasi berbagai tempat dan memilih tempat yang khusus bagi beliau, jika tiba di suatu pertemuan beberapa orang, beliau duduk di tempat yang paling akhir di dalam pertemuan itu dan beliau memerintahkan yang demikian itu, memberikan tempat kepada setiap orang yang hadir dalam pertemuan beliau sehingga tidak ada orang yang hadir di situ bahwa seseorang merasa lebih terhormat dari beliau. Siapa pun yang duduk bersama beliau atau mengajaknya bangkit untuk keperluan, maka dengan sabar beliau melayaninya sehingga orang itulah yang beranjak dari hadapan beliau. Siapa pun yang meminta suatu keperluan, maka beliau tidak pernah menolaknya. Beliau selalu membuka diri kepada manusia, sehingga beliau layaknya bapak bagi mereka. Mereka selalu berdekatan dengan beliau dalam masalah kebenaran, menjadi utama di sisinya karena takwa. Majelisnya adalah majelis yang dipenuhi kemurahan hati, malu, sabar, dan amanat, tidak ada suara yang melengking, tidak dikhawatirkan ada pelanggaran terhadap kehormatan, mereka saling bersimpati dalam masalah ketakwaan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, menolong orang yang membutuhkan pertolongan, dan mengasihi orang asing.

Beliau senantiasa gembira, murah hati, lemah lembut, tidak kaku dan keras, tidak suka mengutuk, tidak berkata keji, tidak suka mencela, tidak suka memuji, pura-pura lalai terhadap sesuatu yang tidak menarik dan tidak tunduk kepadanya, meninggalkan tiga perkara dari dirinya: riya, banyak bicara, dan membicarakan sesuatu yang tidak perlu. Beliau meninggalkan manusia dari tiga perkara: tidak mencela seseorang, tidak menghinanya, dan tidak mencari-cari kesalahannya. Beliau tidak berbicara kecuali dalam hal-hal yang beliau mengharapkan pahalanya. Jika beliau berbicara, orang-orang yang hadir di majelisnya diam, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Jika beliau diam, maka mereka baru bicara. Mereka tidak berdebat di hadapan beliau. Jika ada seseorang berbicara saat beliau berbicara, mereka menyuruhnya diam sehingga beliau selesai berbicara. Beliau tersenyum jika ada sesuatu yang membuat mereka tersenyum, mengagumi sesuatu yang membuat mereka kagum, sabar mengahadapi kekasaran orang asing. Beliau bersabda, ‘Jika kalian melihat orang yang ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, maka bantulah ia.’ Beliau tidak mencari pujian kecuali dari orang yang memang pantas.”

Kharijah binti Zaid berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling mulia di dalam majelisnya, hampir tidak ada yang keluar dari pinggir bibirnya. Beliau lebih banyak diam, tidak berbicara yang tidak diperlukan, berpaling dari orang yang berbicara dengan cara yang tidak baik. Tawanya berupa senyuman, perkataannya terinci, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Para sahabat tertawa jika beliau tersenyum, karena mereka hormat dan mengikuti beliau.”

Secara umum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah gudangnya sifat-sifat kesempurnaan yang sulit dicari tandingannya. Allah membimbing dan membaguskan bimbingan-Nya sampai-sampai Allah berfirman terhadap beliau seraya memuji beliau,

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam: 4)

Sifat-sifat yang sempurna inilah yang membuat jiwa manusia merasa dekat dengan beliau, membuat hati mereka mencintai beliau, menempatkan beliau sebagai pimpinan yang menjadi tumpuan harapan hati. Bahkan orang-orang yang dulunya bersikap keras terhadap beliau berubah menjadi lemah lembut, hingga akhirnya manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.

subhanaallah,

Nabi putra Abdullah….. Nabiyullah Muhammad
Nabi kekasih Allah….. Nabiyullah Muhammad
Manusia yang kucinta….. Nabiyullah Muhammad
Manusia yang kupuja….. Nabiyullah Muhammad
Manusia idolaku….. Nabiyullah Muhammad
Manusia pujaanku….. Nabiyullah Muhammad
Nabi penuntun ummat….. Nabiyullah Muhammad
Nabi pemberi syafa’at….. Nabiyullah Muhammad
Pemimpin di dunia….. Nabiyullah Muhammad
Pemimpin di akherat….. Nabiyullah Muhammad
Kuharap dapat mimpi….. Nabiyullah Muhammad
Kuharap syafa’atmu….. Nabiyullah Muhammad
 
 
* Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf

nah sahabatku semua, pertanyaan yang terus mengusikku,

sudahkah kita mencinta beliau begitu mendalam sebagaimana Allah dan para malaikatnya ?

Ya Allah Ya Tuhanku…

Anugerahkan kepadaku Cinta…..

Cinta kepada-Mu… Cinta Kepada Rosul-Mu….

Dan Cinta kepada orang-orang yang mencintaimu dan mencintai Rosulmu….

Ya Allah Ya Tuhanku…..

Anugerahkan kepadaku dan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin dan muslimat umat Nabi Muhammad Saw…..

Akhlak yang mulia.. Akhlak yang Agung….. Akhlak yang menjadi penerang bagi kami dalam menjalani hidup ini menuju kehadirat-Mu…..

Amiiinnn…..

Ya Allah Kau Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Terimakasih Ya Allah Kau telah berikan kepada Kami Pemimpin yang dapat kami idolakan dunia dan akhirat. yaitu nabi muhammad saw..

disarikan dari berbagai sumber

semoga bermanfaat.