sujudBismillahir-Rahmaanir-Rahim

sahabatku yang aku cintai karena Allah. bicara mengenai cinta, hmm sungguh indah, apalagi bisa dekat dengan sang MAHA Cinta tapi entar kemungkinan banyak yang berkhusnudzon kepada saya. jangan – jangan si penulis tengah jatuh cinta-fall in love dan sebagainya. ya boleh-boleh saja asal baik tidak masalah. fitrah manusia memang ingin dicintai dan mencintai. ya gak kawan ? asal jangan berlebihan. 

Cintaku kepadamu adalah selepas aku mencintai DIA yang ESA.

sahabatku banyak diantara kita Saat menjalin hubungan cinta dengan seseorang, pasti anda harus bisa membuktikan rasa cinta yang ada kepada pasangan. Karena terkadang pasangan juga butuh perhatian, pengertian dan pemahaman dari anda yang mencintainya. Untuk membuktikan rasa cinta, tapi permasalahan baru akan muncul saat dipertanyaakan seberapa besar cinta itu ?

jika cinta bisa diukur dengan sebanyak-banyaknya materi jelas itu bukan cinta, jika cinta diukur dengan tingginya gunung tertinggi itu bukan cinta, jika cinta diukur dengam seluas dan dalamnya samudra itu bukan cinta, jika cinta diukur dengan kata-kata terindah sepanjang masa, itupun juga bukan cinta, lantas bagaimana cara kita mengukur cinta ? ADAKAH YANG TAHU ?

kiranya sebuah kisah berikut ini, mencoba mendifinisikan arti seberapa besar cinta … bacalah dengan seksama.

Seorang yang terkenal arif pernah bercerita, bahwa ia pernah menemui seorang pandai besi yang sangat ajaib. Ia mengerjakan pekerjaannya tanpa pernah menggunakan alat anti api atau lain-lainnya. Hanya dengan tangan kosong, ia mampu memegang besi yang sedang membara.

Ketika si arif menanyakan penyebab kekebalannya, pandai besi tadi menceritakan peristiwa yang pernah ia alami. Beberapa tahun yang lalu, aku mempunyai tetangga seorang wanita yang sangat cantik. Aku jatuh cinta kepadanya, tetapi ia hanya biasa-biasa saja dan tak membalas cintaku.

Setelah lama menanti, akhirnya kesempatan datang juga. Pada musim paceklik, ia datang ke rumahku dan berkata, “Berilah aku makan karena Allah.”

“Aku tidak akan memberimu makan, kecuali kalau kau menerima cintaku.”

“Astaghfirullah, tidak ada jalan bagiku untuk melakukan kemaksiatan,” jawabnya seraya ketakutan. Karena ia menolak permintaanku, aku tetap tidak memberinya makan, dan kubiarkan saja ia berlalu pulang.

Karena saat itu sedang kemarau panjang, penduduk banyak yang mengalami kelaparan. Mungkin karena terpaksa, pada hari kedua ia datang lagi ke rumahku. Ia meminta seperti ucapannya kemarin dan aku tetap menolak untuk memberinya makan, sampai ia mau membalas rasa cintaku yang semakin menggelora.

sungguh betapa besar pengharapan cinta seorang pandai besi terhadap si gadis pujaannya.

Pada hari ketiga ia datang lagi dan meminta dengan berkata, “Berilah aku makan karena Allah. Sungguh aku akan binasa karena menahan lapar.”

Aku tetap bertahan dengan memberinya syarat agar mau menerima cintaku. Mulanya ia akan pulang, tetapi akhirnya kembali dan masuk ke dalam rumahku.

Setelah kusediakan makanan di hadapannya, sambil menangis ia bertanya, “Kamu memberiku makan karena Allah?”

“Tidak!” jawabku cepat.

Benar-benar diluar dugaanku. Dalam keadaan lapar, ia tak menjamah makanan yang telah tersedia di meja, tetapi segera keluar meninggalkanku yang kebingungan.

Pada hari keempat, iapun datang lagi dan meminta seperti biasa. Aku tetap bertahan dengan mengatakan memberinya karena cinta, bukan karena Allah. Akhirnya ia masuk ke rumahku, dan aku segera menyediakan makan seperti kemarin.

Sewaktu menyediakan makan, secara tiba-tiba aku menjadi sadar dan kagum dengan ketabahannya. “Tiga hari wanita ini bertahan demi untuk tidak mendekati kemaksiatan, padahal ia akan binasa karena lapar, mengapa aku justru bersikap sebaliknya? Aku bertaubat ya Allah, semua ini karena aku telah terbakar oleh api cinta.” besar cinta yg dihati tak sebesar cintaku padamu ya Allah.

Setelah berucap dalam hati, saat itu juga aku segera berkata kepadanya, “Minum dan makanlah, jangan takut-takut, sekarang aku memberimu karena Allah.”

Mendengar ucapanku ini ia segera berkata, “Ya Allah, apabila yang ia katakan benar, maka haramkanlah api kepadanya baik di dunia ini maupun di akherat kelak.”

Ternyata doanya telah dikabulkan oleh Allah, karena semenjak itu aku tak pernah merasakan panas lagi walaupun tanganku memegang api.

Setelah mendengar semua cerita penyebab kekebalan pandai besi ini, orang arif tadipun menyambung, “Maha Suci Allah, aku juga pernah mendengar sebuah hadits, bahwa siapa yang berkuasa untuk berzina, tetapi ia tidak melakukannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi keamanan pada hari Kiamat kelak, diharamkannya api baginya, dan akan dimasukkan orang itu ke dalam surga.”

sahabatku semua yang dirahmati Allah. apa yang bisa dipetik dari kisah diatas. ? sudahkah engkau tahu ?

Cinta adalah ketulusan hati. Untuk itu, tidak selayaknya menyelipkan pamrih demi keuntungan atau kesenangan sendiri. Jangan pernah berharap, saat anda mencintai pasangan, maka anda akan diperhatikan. Atau dengan mencintai pasangan, anda berharap pasangan tidak berbuat kesalahan. Semua itu hanya akan menyakitkan diri anda.

Ingatlah bahwa mencintai berarti anda ‘hanya’ memberi, jadi jangan mengharapkan kembalian. Imbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila anda tulus mencintainya. Dari rasa tanpa pamrih inilah, anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta anda. Dari sinilah, anda akan sanggup membahagiakan pasangan.

lalu seberapakah besar cintamu ? apakah sudah besar melebihi cintamu padaNYA ?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“(QS. Ali Imran: 31)

Tanda utama seorang hamba yang mencintai Allah adalah senantiasa mengikuti Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena siapa yang paling mengikuti utusan Allah maka ia akan menjadi orang yang paling taat kepada-Nya ‘Azza wa Jalla. Karena Rasul Allah hanya memperintahkan untuk taat ibadah kepada-Nya. “Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS. Al-Nisa’: 80)

Bagi orang yang membuktikan cintanya kepada Allah dengan mengikuti utusan-Nya, maka Allah memberikan buah manis untuknya, yaitu Allah mencintainya. Dan siapa yang mendapat kecintaan Allah, ia akan mendapatkankan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Siapakah Diantara Manusia Yang Dicintai Oleh Allah itu?

1. Attawabin Orang-orang yang bertaubat (2:222)
2. Almutatohirin Orang-orang yang suka bersuci (2:222)
3. Al-Muqsitin Orang-orang yang adil (5:42)
4. Al-Mutaqin Orang-orang yang taqwa (3:76)
5. Al-Muhsinin Orang-orang yang suka berbuat kebaikan (3:134)
6. Al-Mutawakilin Orang-orang yang bertawakal kepada Allah (3:159)
7. As-Sobirin Orang-orang yang sabar (3:146)

Sesungguhnya Al Jabbar subhanahu wa ta’ala setiap saat mempunyai kehendak terhadap hamba-Nya baik jin maupun manusia untuk mengangkat derajat hamba-Nya yang Dia kehendaki atau menjatuhkan yang Dia kehendaki, mendekatkan yang Dia kehendaki atau menjauhkan yang Dia kehendaki, mencintai yang Dia kehendaki dan memurkai yang Dia kehendaki. Sehingga tidaklah berlalu siang dan malam kecuali Allah memperlihatkan kepada seluruh penduduk langit tanda kasih sayang dan kecintaan-Nya, dan memperlihatkan tanda kemurkaan-Nya kepada hamba yang dimurkai-Nya, wal’iyadzubillah.

Maka Allah memanggil sayiduna Jibril, Ya Jibril!!! Aku cinta kepada hamba-Ku fulan, maka cintailah dia. Wahai Jibril !!! Sesungguhnya Aku cinta kepada fulan,maka betapa beruntungnya si fulan ini, dan betapa agung derajat si fulan ini. Tatkala Allah Sang Maha Pengasih mengumumkan pengumuman-Nya, Ya Jibril !!! Sesungguhnya aku cinta kepada fulan, maka cintailah dia. Jibril mendekatkan diri kepada Allah dengan kecintaan kepada si fulan tersebut. Sedangkan ia hanya manusia biasa yang berjalan di muka bumi. Renungkanlah Malaikat Jibril mendekatkan diri kepada Allah dengan kecintaannya kepada seorang hamba. Bentuknya hanya daging dan darah tetapi hakikatnya adalah anugrah dan kebesaran Allah.

Maka Jibril mencintainya kemudian Jibril diperintahkan untuk memanggil penduduk langit, Wahai penduduk langit!!! Sesungguhnya Allah telah mencintai hamba-Nya fulan bin fulan maka cintailah dia. Maka penduduk langit pun mencintainya, dan jadilah hamba tersebut orang yang di cintai di muka bumi.

Kemudian Allah memanggil Jibril, Ya Jibril !!! Sesungguhnya Aku murka pada fulan, maka murkailah dia. Maka Jibril mendekatkan diri kepada Allah dengan memurkai, membenci, dan memusuhi si fulan tersebut. Kemudian Jibril di perintahkan untuk memanggil penduduk langit, Wahai penduduk langit!!! Sesungguhnya Allah telah murka kepada fulan bin fulan, maka murkailah dia. Kita berlindung kepada Allah dari kemurkaan-Nya. Dan kita mohon kepada Allah semoga Allah mempertemukan kita dengan golongan yang di cintai-Nya dan golongan muqorrobin.

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

Barang siapa yang mengenal Allah melalui nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya, pasti dia akan mencintai-Nya!” (Ibnul Qayyim, Al-Jawabul Kafi)

apakah salah kita mencintai makhluk ciptaanya, tentu tidak tapi :

apa alasan kamu mencintai dan seberapa besar rasa cintamu itu ?

saat saya browsing saya menemukan kata-kata indah ini entah siapa yang menulis ini, saya temukan banyak diartikel-artikel diblog blog. semoga yang menulis pertama kali Allah limpahkan pahala atasnya.

Jika kau mencintaiku karena sifatku yang ceria, menjadi semangat yang menyala di dalam hatimu.

Kemudian aku bertanya.
Seberapa muram cintamu saat keceriaan hilang dari diriku ?
Jika kau mencintaiku karena kecantikanku, menyejukkan setiap mata yang memandangnya.
Kemudian aku bertanya.
Saat kecantikan itu memudar di tempuh usia, seberapa pudarkah kelak cintamu padaku ?
Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku, memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu.
Kemudian aku bertanya.
Kirannya keramahan itu tertutup kabut prasangka, seberapa mampu cintamu memendam praduga ?
Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku, membuat kau yakin pada putusanku.
Kemudian aku bertannya.
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua, seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku ?
Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki, menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku.
Kemudian aku bertanya.
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba-tiba menyeruak, seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku.
Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku, menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahanmu.
Kemudian aku bertanya.
Andai ketegaran itu rapuh di terpa badai, seberapa kuat cintamu akan bertahan?
Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan, menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam.
Kemudian aku bertannya.
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat, seberapa kau mampu mengerti cinta ini ?
Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku, menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku.
Kemudian aku bertannya.
Kala kesabaran itu tertelan amarah sesaat, seberapa teguh akhirnya cintamu padaku ?
Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku, bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya.
Kemudian aku bertannya.
Kala iman itu jatuh menurun, seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena aku yang telah kau pilih sebagai cinta yang akan kau pegang sepanjang hayat.
Kemudian aku bertannya.
Kalau pun hati ini tergoncang, seberapa mantap cintamu untuk tetap setia ?
Andai sejuta alasan tak cukup untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku.
Maka biar ku pinta satu alasan tuk menjaga cinta ini.
Aku ingin kau mencintaiku karena-NYA.
Karena DIA kan selalu ada tuk menjaga.
Maka cintaku akan tetap utuh dan setia.
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu.

Karena cintaku berpulang pada-NYA.

sahabatku yang terhebat , lalu seberapa besar cinta Allah kepada hambanya ?

Dalam Hadith Qudsi Nabi bersabda bahwa Allah (SWT) berkata :
“Sesungguhnya antara Aku dan hamba-Ku terdapat berita yang besar:
Aku menciptakan (mereka) tapi mereka menyembah yang lain
Aku Yang memberi rizqi (kepada mereka) tapi mereka malah berterima kasih kepada orang lain
Kebaikan-Ku mengucur terus kepada mereka, tapi mereka malah membalasnya dengan kejelekan
Aku mendekatkan diri-Ku kepada mereka (agar mencintai-Ku), tapi mereka malah menyambutnya dengan dosa-dosa (yang membuat-Ku benci), padahal mereka sangat perlu pada-Ku.
Orang-orang yang senang berzikir, adalah orang-orang suka pada majlis-Ku (berkumpul dengan-Ku). Maka barangsiapa yang ingin selalu hadir dimajlis-Ku, hendaklah dia menbanyakan zikir.
Orang-orang yang ta’at pada-Ku, adalah orang-orang yang Aku cintai
Orang-orang yang suka berbuat ma’siat tidak akan Aku putuskan harapannya (untuk kembali pada-Ku) Seandainya mereka kembali (bertaubat) pada-Ku, maka Aku adalah kekasih mereka.
Barangsiapa yang datang pada-Ku dengan bertaubat maka Aku akan sambut mereka dari jauh Barangsiapa yang berpaling dari-Ku, Aku akan panggil mereka dari dekat.
Aku berkata pada nya: Mau kemana kamu pergi? Apakah kamu punya tuhan selain Aku?
Satu amal kebaikan Aku balas dengan sepuluh pahala
Sedangkan suatu amal yang buruk aku balas dengan satu kejahatan, atau Aku ampuni.
Demi kemegahan dan keagungan-Ku kalau mereka memohon ampun pada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya”

Disini kita lihat bagaimana Allah mencurahkan rasa cintanya dan rahmatnya kepada hambanya, lalu bagimana timbal balikknya dengan kita  ?

puisi indah dari seorang sahabat

CINTA, dikala kau memutik
Hatiku sangat bahagia
Aku melarang cinta daripada di usik
Kerna aku sedang bahagia
Aku tahu kuasa CINTA
Membuatkan aku memuji TUHAN
Agar CINTA menjadi mulia
Sedamai birunya lautan

CINTA, sentiasa ada
TUHAN menjadikan cinta
Supaya kita sentiasa
MemujiNYA dan RASULNYA
ZIKRULLAH membuatkan aku mencintaiNYA
SOLAWAT menjadikan aku merindui RASULNYA
DOA mengingatkan aku kepada keluarga

Tapi bagaimana dengan si dia??

Maafkan aku kerna

Tidak mengutamakan kamu dihatiku
Kerna TUHAN itu maha KUASA
Maka DIA lah yang aku cintai dahulu
Tetapi aku pasti
Dan sanggup berjanji
Delepas CINTAku kepada ILAHI
Kaulah yang ku CINTAI

itulah besar cintaku untukmu ya Rabb, seberapa besar cintamu kawan ?

Sesungguhnya Allah paling pemurah di antara yang pemurah, dan paling penyayang di antara yang penyayang. Wahai Yang Paling Pemurah di antara yang pemurah, dan Wahai Yang Penyayang diantara yang penyayang!!! Sayangilah kami dalam kelemahan kami dan ketidak mampuan kami. Pertemukan kami dengan orang-orang yang Engkau cintai, dan ridhoilah kami, dan janganlah Engkau pisahkan antara kami dengan mereka, Wahai Yang Paling Pemurah di antara yang pemurah dengan berkat Rahmat-Mu Wahai Yang Maha Penyayang.

semoga bermanfaat.<