muhammad saw
Bismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dirahmati Allah, Syeikh Yusuf Ismail An-Nabhani dalam kitabya Hujjatullah `alal Alamiin meriwayatkan suatu ketika Nabi Adam as mendengar suara dari dalam dahinya seperti suara burung berkicau. Ia merasa takjub dan heran..Subhanllah..Ya Allah suara apakah ini…?”

Allah berfirman : “Wahai Adam, (suara itu adalah) tasbih penutup para Nabi dan penghulu seluruh anak keturunanmu.

Nur di wajah Nabi Adam as terlihat bersinar kemilau, Allah memerintahkan Nabi Adam AS untuk menjaga Nur tersebut

“Wahai Adam, berjanjilah (kepada-Ku) untuk senantiasa memelihara Nur tersebut dengan tidak meletakkannya kecuali pada sulbi-sulbi yang suci dan mulia”.

Adam as dengan senang hati dan gembira menerima amanat tersebut

Imam Ali Karamallhu wajhah meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw bahwa, ketika masih berada di alam arwah, seluruh ruh para Nabi dan Rasul tenggelam dengan Nur Muhammad dan mereka berteriak, “Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?”

Allah menjawab, “Ini adalah Cahaya Muhammad, kekasih-Ku…

Saat itu ruh para Nabi dan rasul menyatakan beriman kepada kenabiannya .

Allah berfirman di dalam surat Al-Imron :81

وَإِذْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ ٱلنَّبِيِّۦنَ لَمَآ ءَاتَيْتُكُم مِّن كِتَٰبٍۢ وَحِكْمَةٍۢ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولٌۭ مُّصَدِّقٌۭ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِۦ وَلَتَنصُرُنَّهُۥ ۚ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِى ۖ قَالُوٓا۟ أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَٱشْهَدُوا۟ وَأَنَا۠ مَعَكُم مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ

“Dan (Ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi, “Sungguh, apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian dating kepadamu seorang Rasul dan yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.
Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?

Mereka menjawab, “ Kami mengakui..”

“Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian.”

Saking cintanya dan menjaga serta mengangungkan Nur Agung yang ada pada dirinya , Nabi Adam as tidaklah mendekati istrinya terkecuali sebelumnya bersuci terlebih dahulu, lalu memakai wewangian dan memerintahkan istrinya siti Hawwa untuk melakukan hal serupa.

Lalu pindahlah Nur Muhammad kepada istrinya Siti Hawwa, sejak saat itulah , Nabi Adam as tidak lagi berhubungan kepada istri tercintanya demi menjaga Nur yang Agung ini..Subhanallah

Siti Hawwa pun terlihat semakin bertambah kecantikannya setiap harinya, wajahnya semakin bersinar dan berseri-seri.

Sayyidina Jabir bin Abdullah AL- Alshori salah seorang sahabat Rasulullah saw , “Demi Ayah dan Ibuku Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku, sesuatu yang pertama kali di ciptakan Allah SWT sebelum yang lainnya.

Maka Rasulullah saw bersabda ; “ Wahai Jabir, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan Nur Nabi mu, Muhammad, dari Nur-Nya, sebelum Dia menciptakan segala sesuatu”.

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur

semoga bermanfaat.