Beranda

Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah

Tinggalkan komentar


kembalibismillahirahmanirahim

Slogan “Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah” sekarang ini memang sedang booming dimana-mana. Setiap kita bertemu dengan para punggawa-punggawa dakwah dari kalangan tertentu, pastilah kita dapati slogan ini.

Dengan bantuan media social yang masiv membuat slogan ini makin banyak dikenal dan dikatakan terus berulang karena memang maksudnya bagus. Ya memang seorang muslim wajib hukumnya untuk dia kembali kepada kitab pedomannya, yaitu Al-Quran dan juga tuntunan panutannya yaitu Hadits-hadits Nabi Muhammad saw.

Tapi saya pribadi agak riskan dan khawatir dengan slogan ini, bukan tidak setuju, tapi ada hal lain yang rasanya urgen sekali untuk diluruskan dari slogannyunnah ini. Khawatir adanya kesalahpahaman dari slogan itu kalau memang dipahami begitu saja, karena memang perlu ada pembahasan beberapa poin penting dari slogan tersebut.

baca selengkapnya…

Alqur’an sahabatku

1 Komentar


Al-Quran
Alquran penawar jasad dan kalbu
diturunkan pada malam yang syahdu
perutusan muhamad  saw dari Tuhan yang satu
agar manusia semuanya bersatu
di bawah Aqidah yang satu
dan syariah yang jitu
Tanpa AlQuran jiwa akan menjadi beku
tanpa AlQuran manusia hilang arah tuju
ianya bukan sekadar untuk dibaca berlagu
tetapi mengandungi hikmah dan undang-undang yang padu
ianya bukan sekadar sebuah buku

tetapi pedoman untuk setiap waktu

baca selengkapnyaa…..

kupinang kau dengan Alquran

9 Komentar


bismillahirahmanirahim.

sahabtku yang dirahmati Allah.

Sahal Ibnu Sa’ad al-Sa’idy Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang wanita menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, aku datang untuk menghibahkan diriku pada baginda.

Lalu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memandangnya dengan penuh perhatian, kemudian beliau menganggukkan kepalanya. Ketika perempuan itu mengerti bahwa beliau tidak menghendakinya sama sekali, ia duduk. Berdirilah seorang shahabat dan berkata: “Wahai Rasulullah, jika baginda tidak menginginkannya, nikahkanlah aku dengannya.

Beliau bersabda: “Apakah engkau mempunyai sesuatu?”

Dia menjawab: Demi Allah tidak, wahai Rasulullah.

Beliau bersabda: “Pergilah ke keluargamu, lalu lihatlah, apakah engkau mempunyai sesuatu.” Ia pergi, kemudian kembali dam berkata: Demi Allah, tidak, aku tidak mempunyai sesuatu.

baca selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: